Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal

Jum'at, 05 Juni 2026 - 07:56 WIB
loading...
Perang Iran 2026: Ketika...
Ridwan al-Makassary, Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Direktur Center for the Study of Muslim Politics and World Society (COMPOSE). Foto/Dok.SindoNews
A A A
Ridwan al-Makassary

Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
Direktur Center for the Study of Muslim Politics and World Society (COMPOSE)

FAJAR bulan ke-empat Perang Iran vs Amerika Serikat sedang menunjukkan paradoks yang nyata. Para diplomat dari para pihak yang bertikai menegosiasikan perdamaian. Bahkan, di Washington, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio telah memberikan kesaksian penting di hadapan Kongres bahwa Iran bersedia membicarakan aspek-aspek program nuklir yang sebelumnya dianggap tabu.

Sebuah konsesi diplomatik yang beberapa bulan sebelumnya tampak mustahil. Sedangkan, pada saat yang sama, para jenderal dari pihak Amerika Serikat (AS) dan Iran sibuk menyiapkan peta serangan berikutnya. Singkatnya, ketika ruang negosiasi diplomatik mulai membuka pintu damai, namun, langit Kawasan Teluk kembali dipenuhi asap dan suara ledakan.

Perang modern, memang, menunjukkan bahwa diplomasi dan kekerasan tidak selalu berjalan berlawanan arah. Keduanya acap bergerak bersamaan, saling menekan, saling melengkapi, bahkan, saling menyandera. Ketika AS menyerang Pulau Qeshm, sebuah titik strategis di dekat Selat Hormuz, maka Iran menyerang target-target yang dikaitkan dengan kehadiran militer Amerika di Kuwait dan Bahrain.

Akibatnya, bandara Internasional Kuwait terbakar. Satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Dalam hal ini, kubu Teheran menyatakan Washington hanya memahami bahasa rudal dan serangan balasan Iran sebagai “respons awal”. Sedangkan Washington menyahuti dengan mengatakan sebagian besar rudal Iran berhasil dicegat.

Dalam perang ini, kebenaran acap menjadi korban pertama, di mana masing-masing pihak memproduksi versi realitas mereka masing-masing. Amerika Serikat mengatakan negosiasi diplomatik mengalami kemajuan. Namun, media Iran mengatakan komunikasi dengan mediator telah berhenti.

Lebih jauh, kubu Iran menyatakan operasi balas dendam baru saja dimulai. Dua narasi berbeda hidup berdampingan. Keduanya saling bertabrakan di ruang informasi global.

Karenanya, perang Iran 2026 mesti dilihat bukan hanya sebagai pertempuran militer, tetapi juga pertempuran persepsi. Perkembangan terkini menunjukkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (Kongres) Amerika Serikat akhirnya mengesahkan resolusi untuk menghentikan perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Rekomendasi
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Aib Piala Dunia 2026,...
Aib Piala Dunia 2026, Joe Hart Semprot Wasit Laga Prancis vs Paraguay: Sangat Memalukan
Berita Terkini
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved