Protokol Covid-19 di Tempat Umum Harus Mudah Dipahami Publik
Minggu, 14 Juni 2020 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
Dasco menekankan bahwa yang paling penting adalah bagaimana masyarakat paham. Karena, sebagus apa pun protokol Covid-19 dibuat, jika disajikan dengan bahasa yang tidak mudah dimengerti oleh masyarakat awam apalagi sampai berlembar-lembar, protokol itu tidak dapat dilaksanakan oleh masyarakat.
Karena itu, Juru Bicara Khusus (Jubirsus) Partai Gerindra ini meminta agara pemerintah membuat pusat panduan resmi melalui media online seperti website maupun aplikasi terkait protokol Covid-19 di setiap tempat. Sehingga, setiap orang merujuk website maupun aplikasi yang sama sehingga tidak ada penafsiran yang berbeda-beda.
"Buat panduan dengan gambar yang mudah dimengerti masyarakat awam, cukup 1-2 halaman saja untuk setiap lokasi," usulnya. (Baca juga: Pembatalan Haji Sepihak, Ketua Komisi VIII DPR: Mungkin Menag Enggak Tahu Undang-Undang ).
Dasco menjelaskan, saat ini setiap orang dengan mudahnya bisa membuat informasi dan menyebarkan, tapi tidak setiap orang punya kemampuan dan kewenangan untuk mempertanggungjawabkan informasi yang mereka buat dan sebarkan. Karena, masyarakat mendapatkan informasi dari tempat yang berbeda-beda, sehingga tidak ada kesamaan sikap.
"Penanganan Covid-19 harus satu pintu informasi dan mudah dimengerti, sehingga ada keseragaman dalam menerapkan protokol," tandasnya.
Karena itu, Juru Bicara Khusus (Jubirsus) Partai Gerindra ini meminta agara pemerintah membuat pusat panduan resmi melalui media online seperti website maupun aplikasi terkait protokol Covid-19 di setiap tempat. Sehingga, setiap orang merujuk website maupun aplikasi yang sama sehingga tidak ada penafsiran yang berbeda-beda.
"Buat panduan dengan gambar yang mudah dimengerti masyarakat awam, cukup 1-2 halaman saja untuk setiap lokasi," usulnya. (Baca juga: Pembatalan Haji Sepihak, Ketua Komisi VIII DPR: Mungkin Menag Enggak Tahu Undang-Undang ).
Dasco menjelaskan, saat ini setiap orang dengan mudahnya bisa membuat informasi dan menyebarkan, tapi tidak setiap orang punya kemampuan dan kewenangan untuk mempertanggungjawabkan informasi yang mereka buat dan sebarkan. Karena, masyarakat mendapatkan informasi dari tempat yang berbeda-beda, sehingga tidak ada kesamaan sikap.
"Penanganan Covid-19 harus satu pintu informasi dan mudah dimengerti, sehingga ada keseragaman dalam menerapkan protokol," tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :