Ini Sederet Alutsista Terbaru yang Bakal Memperkuat TNI AU Setelah Rafale dan F-15 EX
Minggu, 20 Februari 2022 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
Untuk rudal Hanud jarak menengah, Fadjar menyebut, TNI AU telah mengoperasikan NASAMS II. Rencananya, jumlah rudal tersebut akan terus ditambah. Sedangkan, untuk rudal jarak jauh, Kementerian Pertahanan (Kemhan) saat ini telah merencanakan pengadaan rudal tersebut mengingat alutsista ini sangat strategis dalam memperkuat pertahanan udara Indonesia.
Dalam mendukung pertempuran udara, mantan Danlanud Halim Perdanakusuma ini menyebut, TNI AU akan mengadakan sejumlah alutsista terbaru yang tentunya sangat canggih dan modern seperti pesawat angkut A400M Atlas, C-130 J Super Hercules, CN 295/CN 235, Helikopter AW 101, Helikopter H-225 M Caracal, Helikopter EC 725 Caracal, dan helikopter angkut berat sekelas CH -47 F Chinook.
”Dalam peran ISR, pengadaan pesawat intai strategis merupakan kebutuhan vital TNI AU. Sebab dalam perang modern peran pesawat pesawat AEW&C sangat penting sebagai mata, telinga dan otaknya pertempuran,” ucapnya.
Senada, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengapresiasi Plan Bobcat KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Menurut Prabowo, sesuai dengan kebijakan pertahanan negara pada 2020-2024, Indonesia membutuhkan gagasan visioner dalam membangunan kekuatan pertahanan.
”TNI sekali lagi harus mengakuisisi teknologi persenjataan game changer atau minimal mengakuisisi sistem persenjataan penangkalnya. Wajah TNI di 2045 memang harus mengadopsi teknologi maju. Kita harus mampu mewujudkan kekuatan pertahanan yang mumpuni dan tangguh serta disegani di kawasan,” tegasnya.
Dalam mendukung pertempuran udara, mantan Danlanud Halim Perdanakusuma ini menyebut, TNI AU akan mengadakan sejumlah alutsista terbaru yang tentunya sangat canggih dan modern seperti pesawat angkut A400M Atlas, C-130 J Super Hercules, CN 295/CN 235, Helikopter AW 101, Helikopter H-225 M Caracal, Helikopter EC 725 Caracal, dan helikopter angkut berat sekelas CH -47 F Chinook.
”Dalam peran ISR, pengadaan pesawat intai strategis merupakan kebutuhan vital TNI AU. Sebab dalam perang modern peran pesawat pesawat AEW&C sangat penting sebagai mata, telinga dan otaknya pertempuran,” ucapnya.
Senada, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengapresiasi Plan Bobcat KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Menurut Prabowo, sesuai dengan kebijakan pertahanan negara pada 2020-2024, Indonesia membutuhkan gagasan visioner dalam membangunan kekuatan pertahanan.
”TNI sekali lagi harus mengakuisisi teknologi persenjataan game changer atau minimal mengakuisisi sistem persenjataan penangkalnya. Wajah TNI di 2045 memang harus mengadopsi teknologi maju. Kita harus mampu mewujudkan kekuatan pertahanan yang mumpuni dan tangguh serta disegani di kawasan,” tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :