Pramono Edhi Wibowo, dari Militer hingga Politik
Minggu, 14 Juni 2020 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
Seperti mantan-mantan ajudan presiden lainnya, kariernya terus menanjak. Pada tahun 2005, dia menduduki jabatan orang nomor dua di Cijantung-markas Kopassus. Setelah itu, dia mulai masuk ke jabatan teoritorial sebagai Kepala Staf kodam Diponegoro dan akhirnya, merengkuh jabatan nomor wahid di Kopassus pada 2008.
Dia pun pernah menduduki salah satu Kodam strategis, yakni Pangdam III Siliwangi. Sejak saat itu, jalannya untuk menuju jenderal bintang empat tak lagi terbendung. Sebelum diangkat sabagai KSAD pada 2011, Pramono menjabat Pangkostrad. (Baca: Pramono Edhie Wafat, TNI AD Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari). Setelah pensiun dari militer pada 2013, Pramono berkarir di Partai Demokrat yang merupakan besutan sang kakak Ipar, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dia sempat mengikuti konvensi untuk calon presiden di Partai Demokrat. Namun, dia kalah dari Dahlan Iskan yang keluar sebagai pemenang. Meskipun pada akhirnya, Demokrat tak memajukan Dahlan.
Ucapan duka terus mengalir dari para kolega dan tokoh nasional. Salah satunya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ariza Patria. “Beliau sosok visioner yang meletakkan kepentingan rakyat dia atas hal lain. Teladan bagi kita. Duka mendalam. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di surga,” ujarnya.
Dia pun pernah menduduki salah satu Kodam strategis, yakni Pangdam III Siliwangi. Sejak saat itu, jalannya untuk menuju jenderal bintang empat tak lagi terbendung. Sebelum diangkat sabagai KSAD pada 2011, Pramono menjabat Pangkostrad. (Baca: Pramono Edhie Wafat, TNI AD Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari). Setelah pensiun dari militer pada 2013, Pramono berkarir di Partai Demokrat yang merupakan besutan sang kakak Ipar, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dia sempat mengikuti konvensi untuk calon presiden di Partai Demokrat. Namun, dia kalah dari Dahlan Iskan yang keluar sebagai pemenang. Meskipun pada akhirnya, Demokrat tak memajukan Dahlan.
Ucapan duka terus mengalir dari para kolega dan tokoh nasional. Salah satunya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ariza Patria. “Beliau sosok visioner yang meletakkan kepentingan rakyat dia atas hal lain. Teladan bagi kita. Duka mendalam. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di surga,” ujarnya.
(nag)