Tantangan Media Massa di Era Digital
Kamis, 17 Februari 2022 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Yang paling penting, tidak sembarang posting dan sebelum menyebarkan informasi atau konten berpikir dulu. Jika perlu berpikir sampai 1000 kali, sebelum memposting, berkomentar atau menyebarkan suatu konten. Masyarakat pintar adalah masyarakat yang mampu memilah dan memilih informasi data dan informasi. Jangan salah pilih informasi hoaks, sembarang sebar dan posting, bisa berujung pidana.
Saat ini, siapapun bisa mengambil peran sebagai jurnalis dari mulai masyarakat biasa sampai akun-akun media sosial yang sering mengunggah sebuah informasi tapi belum jelas keabsahannya. Selain itu, saat ini juga marak jurnalisme instan atau jurnalisme clickbait.
Jurnalisme instan bisa dilihat dengan munculnya jurnalisme clickbait, yaitu jurnalisme yang bombastis, sensasional, terutama judul dibuat demi menarik perhatian pembaca, (kebutuhan traffic dan visitor).
Di zaman sekarang, media massa harus lebih peka dan jeli dalam menjalankan fungsinya. Sebagai sarana komunikasi massa, media berperan sebagai komunikator maupun agent of change yaitu pelopor perubahan dalam lingkungan publik yang dapat mempengaruhi masyarakat melalui pemberitaannya.
Media massa diharapkan tetap menjunjung tinggi kenetralan, bersama meningkatkan kualitas masyarakat dengan menjalankan fungsinya dengan optimal. Di samping dapat menjaga nilai-nilai utama jurnalistiknya sembari terus berinovasi agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Pers sebagai pilar keempat memiliki banyak tanggung jawab, salah satunya menjadi garda terdepan untuk memberikan informasi dan edukasi teraktual pada masyarakat, terutama di era derasnya arus digitalisasi industri 4.0.
Sekali lagi, peran pers sangat penting untuk menjadi ujung tombak dalam memerangi hoaks, dan menjadi media informasi bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia. Melalui beragam produknya, pers dapat membantu narasi-narasi yang akurat, menumbuhkan optimisme, dan mencerdaskan masyarakat Indonesia.
Saat ini, siapapun bisa mengambil peran sebagai jurnalis dari mulai masyarakat biasa sampai akun-akun media sosial yang sering mengunggah sebuah informasi tapi belum jelas keabsahannya. Selain itu, saat ini juga marak jurnalisme instan atau jurnalisme clickbait.
Jurnalisme instan bisa dilihat dengan munculnya jurnalisme clickbait, yaitu jurnalisme yang bombastis, sensasional, terutama judul dibuat demi menarik perhatian pembaca, (kebutuhan traffic dan visitor).
Di zaman sekarang, media massa harus lebih peka dan jeli dalam menjalankan fungsinya. Sebagai sarana komunikasi massa, media berperan sebagai komunikator maupun agent of change yaitu pelopor perubahan dalam lingkungan publik yang dapat mempengaruhi masyarakat melalui pemberitaannya.
Media massa diharapkan tetap menjunjung tinggi kenetralan, bersama meningkatkan kualitas masyarakat dengan menjalankan fungsinya dengan optimal. Di samping dapat menjaga nilai-nilai utama jurnalistiknya sembari terus berinovasi agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Pers sebagai pilar keempat memiliki banyak tanggung jawab, salah satunya menjadi garda terdepan untuk memberikan informasi dan edukasi teraktual pada masyarakat, terutama di era derasnya arus digitalisasi industri 4.0.
Sekali lagi, peran pers sangat penting untuk menjadi ujung tombak dalam memerangi hoaks, dan menjadi media informasi bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia. Melalui beragam produknya, pers dapat membantu narasi-narasi yang akurat, menumbuhkan optimisme, dan mencerdaskan masyarakat Indonesia.
(mpw)
Lihat Juga :