KPK Ngaku Sudah Kantongi Laporan Dugaan Korupsi Kakak Bupati Penajam Paser Utara
Rabu, 16 Februari 2022 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Dugaan korupsi yang menyeret Kakak Kandung Bupati nonaktif Penajam Paser Utara itu dilaporkan oleh Forum Aliansi Kontra Korupsi (FAKK) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (PILHI), pada Senin 7 Februari 2022. Namun, laporan itu ternyata belum dapat kabar lebih lanjut dari KPK.
FAKK dan LSM PILHI kemudian menggelar aksi demonstrasi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, hari ini. Mereka menuntut serrta mendukung agar lembaga antirasuah menindaklanjuti dugaan korupsi Hasanuddin Mas'ud tersebut.
"Kami datang kembali ke Gedung KPK ini untuk mendukung KPK memberantas korupsi, kami juga sudah melaporkan adanya dugaan korupsi di Bank Kaltimtara, sebagai warga masyarakat tugas kami melaporkan jika menemukan indikasi korupsi," kata Koordinator FAKK, Ahmad Mabbarani di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, hari ini.
Sementara itu, Direktur Eksekutif PILHI, Syamsir Anchi mengatakan kedatangan mereka ke Gedung KPK hari ini juga sekaligus tanda bahwa harapan dan kepercayaan masyarakat kepada KPK masih tinggi. Oleh karenanya, itu harus dibuktikan KPK dengan tindak lanjut berbagai laporan kasus korupsi. Baca juga: 4 Fakta Nur Afifah Balqis, Politikus 24 Tahun yang Kena OTT KPK Bareng Bupati Penajam Paser Utara
"Masyarakat mendukung dan mempercayai KPK mampu memberantas korupsi di negeri ini. Karena itu kami datang kembali menyampaikan harapan kami agar KPK menuntaskan dugaan kasus korupsi di Bank Kaltimtara melalui pencairan kredit dalam jumlah besar kepada orang tertentu," kata Syamsir Anchi.
FAKK dan LSM PILHI kemudian menggelar aksi demonstrasi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, hari ini. Mereka menuntut serrta mendukung agar lembaga antirasuah menindaklanjuti dugaan korupsi Hasanuddin Mas'ud tersebut.
"Kami datang kembali ke Gedung KPK ini untuk mendukung KPK memberantas korupsi, kami juga sudah melaporkan adanya dugaan korupsi di Bank Kaltimtara, sebagai warga masyarakat tugas kami melaporkan jika menemukan indikasi korupsi," kata Koordinator FAKK, Ahmad Mabbarani di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, hari ini.
Sementara itu, Direktur Eksekutif PILHI, Syamsir Anchi mengatakan kedatangan mereka ke Gedung KPK hari ini juga sekaligus tanda bahwa harapan dan kepercayaan masyarakat kepada KPK masih tinggi. Oleh karenanya, itu harus dibuktikan KPK dengan tindak lanjut berbagai laporan kasus korupsi. Baca juga: 4 Fakta Nur Afifah Balqis, Politikus 24 Tahun yang Kena OTT KPK Bareng Bupati Penajam Paser Utara
"Masyarakat mendukung dan mempercayai KPK mampu memberantas korupsi di negeri ini. Karena itu kami datang kembali menyampaikan harapan kami agar KPK menuntaskan dugaan kasus korupsi di Bank Kaltimtara melalui pencairan kredit dalam jumlah besar kepada orang tertentu," kata Syamsir Anchi.
(kri)