Hadiri Senior Level Meeting, Kapolri Tekankan Densus 88 Kembangkan Kemampuan Hadapi Tantangan
Rabu, 16 Februari 2022 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karenanya, Densus 88 Antiteror harus bisa bersinergi serta bekerja sama dengan seluruh institusi terkait di dalam negeri, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun dengan negara lain. Menurutnya, hal tersebut semakin memaksimalkan pencegahan dan penindakan terhadap seluruh jaringan terorisme.
Baca juga: Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Sukoharjo, Batang dan Sragen
"Rekan-rekan harus siap menghadapi perubahan. Dan kuncinya belajar meningkatkan kemampuan rekan-rekan, mengembangkan organisasi Densus 88, menambah kapasitas personel. Dan saya yakin sejarah membuktikan rekan-rekan mampu walaupun dinamika terjadi," tutur Sigit.
Terkait kinerja Densus 88 Antireror Polri selama ini, Sigit memaparkan bahwa, hal itu telah memengaruhi penurunan indeks terorisme sebanyak 52,22%, di mana target dari RPJMN sebesar 54,36%. Kinerja Densus 88 juga berdampak pada indeks risiko pelaku terorisme yang saat ini berada di angka 30,29% dari target RPJMN 2020-2024 senilai 38,14%.
Mantan Kabareskrim Polri itu juga menyatakan, kerja keras Densus 88 telah memberikan multiplier effect untuk bangsa Indonesia yang berdampak pada meningkatnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Tentunya stabilitas kamtibmas ini menjadi modal dasar dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena salah satu modal investasi baik asing dan dalam negeri. Ini melihat paramater salah satunya bagaimana suatu negara menjaga stabilitas kamtibmasnya," ujar eks Kapolda Banten tersebut.
Untuk diketahui, pada 2020 Densus 88 telah menangkap 232 tersangka kasus terorisme. Sementara, sepanjang 2021 setidaknya sudah ada penangkapan tersangka terorisme sebanyak 370 orang. Tak hanya itu, Densus 88 juga telah melakukan penegakan hukum terhadap kelompok teroris di Poso, saat ini kelompok tersebut tersisa tiga orang DPO dan masih terus dilakukan pengejaran.
Di hadapan personel Densus 88, Sigit juga menyampaikan instruksi dari Presiden Jokowi terkait dengan menjaga stabilitas kamtibmas di 2022. Tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam berbagai macam agenda nasional maupun internasional. Di antaranya, adalah MotoGP di Sirkuit Mandalika, NTB hingga rangkaian Presidensi G20.
Baca juga: Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Sukoharjo, Batang dan Sragen
"Rekan-rekan harus siap menghadapi perubahan. Dan kuncinya belajar meningkatkan kemampuan rekan-rekan, mengembangkan organisasi Densus 88, menambah kapasitas personel. Dan saya yakin sejarah membuktikan rekan-rekan mampu walaupun dinamika terjadi," tutur Sigit.
Terkait kinerja Densus 88 Antireror Polri selama ini, Sigit memaparkan bahwa, hal itu telah memengaruhi penurunan indeks terorisme sebanyak 52,22%, di mana target dari RPJMN sebesar 54,36%. Kinerja Densus 88 juga berdampak pada indeks risiko pelaku terorisme yang saat ini berada di angka 30,29% dari target RPJMN 2020-2024 senilai 38,14%.
Mantan Kabareskrim Polri itu juga menyatakan, kerja keras Densus 88 telah memberikan multiplier effect untuk bangsa Indonesia yang berdampak pada meningkatnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Tentunya stabilitas kamtibmas ini menjadi modal dasar dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena salah satu modal investasi baik asing dan dalam negeri. Ini melihat paramater salah satunya bagaimana suatu negara menjaga stabilitas kamtibmasnya," ujar eks Kapolda Banten tersebut.
Untuk diketahui, pada 2020 Densus 88 telah menangkap 232 tersangka kasus terorisme. Sementara, sepanjang 2021 setidaknya sudah ada penangkapan tersangka terorisme sebanyak 370 orang. Tak hanya itu, Densus 88 juga telah melakukan penegakan hukum terhadap kelompok teroris di Poso, saat ini kelompok tersebut tersisa tiga orang DPO dan masih terus dilakukan pengejaran.
Di hadapan personel Densus 88, Sigit juga menyampaikan instruksi dari Presiden Jokowi terkait dengan menjaga stabilitas kamtibmas di 2022. Tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam berbagai macam agenda nasional maupun internasional. Di antaranya, adalah MotoGP di Sirkuit Mandalika, NTB hingga rangkaian Presidensi G20.
Lihat Juga :