Terkait Tuhan Bukan Orang Arab, Habib Umar Alhamid: Jangan Adu Domba TNI dan Umat Islam
Rabu, 16 Februari 2022 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
Disampaikan, mayoritas masyarakat paham bahwa kalimat utuhnya tidak ada hal yang salah dengan makna dan maksud dari kalimatnya. Namun selalu saja ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan berbagai upaya untuk kepentingan kelompoknya sendiri, semisal mencari panggung, mencari simpati atau mungkin sengaja mendiskreditkan tokoh-tokoh nasional.
Baca juga: Proses Hukumnya Problematis, Bagaimana Kelanjutan Pelaporan KSAD Dudung?
"Oleh karena itu, saya menyarankan sudahilah upaya-upaya seperti itu. Kita itu negara besar, banyak hal yang lebih produktif yang bisa kita lakukan bersama, utamakan tabayyun, kedepankan persatuan dan kesatuan," katanya.
Habib Umar lantas meminta semua pihak mewaspadai upaya yang mencoba mengadu domba antara TNI dan umat Islam. Upaya adu domba antara TNI dan umat Islam harus diakhiri. "Saya minta kepada semua pihak untuk mewaspadai bahaya laten adu domba ini. Karena bahaya adu domba ini lebih besar dari bahaya Covid-19, dampaknya bangsa ini bisa terpecah," katanya.
Dia juga menekankan agar semua pihak tidak saling curiga satu sama lain. Dialog dan silaturahmi melalui forum diskusi atau seminar harus lebih dikedapankan. "Karena saya yakin kalau TNI dan rakyat itu satu. Seperti semboyannya TNI selama ini, yakni dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh Rakyat. Dan, kita semua tau kalau TNI bukan milikmu, tapi milik kita, rakyat Indonesia," katanya.
Baca juga: Proses Hukumnya Problematis, Bagaimana Kelanjutan Pelaporan KSAD Dudung?
"Oleh karena itu, saya menyarankan sudahilah upaya-upaya seperti itu. Kita itu negara besar, banyak hal yang lebih produktif yang bisa kita lakukan bersama, utamakan tabayyun, kedepankan persatuan dan kesatuan," katanya.
Habib Umar lantas meminta semua pihak mewaspadai upaya yang mencoba mengadu domba antara TNI dan umat Islam. Upaya adu domba antara TNI dan umat Islam harus diakhiri. "Saya minta kepada semua pihak untuk mewaspadai bahaya laten adu domba ini. Karena bahaya adu domba ini lebih besar dari bahaya Covid-19, dampaknya bangsa ini bisa terpecah," katanya.
Dia juga menekankan agar semua pihak tidak saling curiga satu sama lain. Dialog dan silaturahmi melalui forum diskusi atau seminar harus lebih dikedapankan. "Karena saya yakin kalau TNI dan rakyat itu satu. Seperti semboyannya TNI selama ini, yakni dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh Rakyat. Dan, kita semua tau kalau TNI bukan milikmu, tapi milik kita, rakyat Indonesia," katanya.
(abd)
Lihat Juga :