Puan Maharani Curhat Tak Disambut Gubernur, Ini Penjelasan Kemendagri
Selasa, 15 Februari 2022 - 13:47 WIB
loading...
Belakangan ramai menjadi sorotan ihwal curhatan Ketua DPR Puan Maharani ketika kunjungan ke daerah tidak mendapat sambutan dari kepala daerah atau gubernur. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Belakangan ramai menjadi sorotan ihwal curhatan Ketua DPR RI Puan Maharani ketika kunjungan ke daerah justru tidak mendapat sambutan dari kepala daerah atau gubernur setempat. Hal ini pun direspons pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Baca juga: Puan Heran Ada Kepala Daerah yang Tak Bangga Dikunjungi, Bikin Kesel Kan!
"Oh gini itu masalah apa ya, masalah etika ya. Kita punya rumah sebagai kepala daerah ada tamu kan wajib menjamu," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/2/2022).
Baca juga: Ucapkan Tahun Baru Imlek, Puan Maharani: Semoga Tahun Macan Air Dipenuhi Kesehatan
Dia menyampaikan, etika menyambut tamu memang sudah menjadi budaya khas ketimuran yang berlaku juga di Indonesia.
"Itu persoalan etika saja, menurut kami inilah kelebihan kita di timur. Walaupun sudah diatur di dalam UU tapi itu bagian dari etika. Bahwa kepala daerah penyelenggara pemerintahan, ketika ada elemen penyelenggara lain datang ya dia datang. Begitu," ujarnya.
Akmal menegaskan, memang sudah semestinya jika ada penyelenggara pemerintah lain, kepala daerah datang dan mendampingi. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari kolaborasi.
"Iya sebaiknya (datang dan mendampingi) karena itu persoalan sinergitas tidak ada sebuah penyelenggara pemerintah yang jalan sendiri, semua butuh kolaborasi," pungkasnya.
Baca juga: Puan Heran Ada Kepala Daerah yang Tak Bangga Dikunjungi, Bikin Kesel Kan!
"Oh gini itu masalah apa ya, masalah etika ya. Kita punya rumah sebagai kepala daerah ada tamu kan wajib menjamu," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/2/2022).
Baca juga: Ucapkan Tahun Baru Imlek, Puan Maharani: Semoga Tahun Macan Air Dipenuhi Kesehatan
Dia menyampaikan, etika menyambut tamu memang sudah menjadi budaya khas ketimuran yang berlaku juga di Indonesia.
"Itu persoalan etika saja, menurut kami inilah kelebihan kita di timur. Walaupun sudah diatur di dalam UU tapi itu bagian dari etika. Bahwa kepala daerah penyelenggara pemerintahan, ketika ada elemen penyelenggara lain datang ya dia datang. Begitu," ujarnya.
Akmal menegaskan, memang sudah semestinya jika ada penyelenggara pemerintah lain, kepala daerah datang dan mendampingi. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari kolaborasi.
"Iya sebaiknya (datang dan mendampingi) karena itu persoalan sinergitas tidak ada sebuah penyelenggara pemerintah yang jalan sendiri, semua butuh kolaborasi," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :