Kasus Parigi Moutong, DPR Pertanyakan Penggunaan Senjata Api oleh Polisi
Senin, 14 Februari 2022 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
"Senjata api hanya untuk kriminal atau musuh negara. Pengunjuk rasa bukan musuh, mereka saudara sedarah kita yang sedang menyalurkan aspirasinya. Jadi jangan lagi polisi menggunakan senjata api untuk membubarkan unjuk rasa," kata politikus Partai NasDem ini.
Namun demikian, Sahroni meyakini Polda Sulteng maupun Propam Polri akan dapat menyelesaikan kasus ini secara terbuka dan sesuai aturan berlaku. Apalagi Kapolda Sulteng telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga dan akan mendisiplinkan anggotanya yang bersalah.
Baca juga: Bentrok Polisi-Massa di Parigi Moutong Sulteng, 1 Tewas Tertembak
"Pihak Kapolda sudah meminta maaf, dan ini kasusnya juga tengah diselidiki oleh Propam Polri. Berdasarkan informasi yang ada, saat ini sudah ada empat anggota kepolisian yang tengah diperiksa oleh Propam terkait dugaan pelanggaran disiplin tersebut. Saatnya kita pantau terus kinerja polisi dalam mengusut kasusnya, dan memastikan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi," kata legislator asal Tanjung Priok ini.
Diberitakan sebelumnya, seorang warga tewas tertembak saat polisi berusaha membubarkan warga yang berunjuk rasa menolak kegiatan tambang emas PT Trio Kencana di Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, pada Sabtu (12/2/2022). Atas kejadian ini, Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi meminta maaf kepada keluarga korban dan menyatakan akan menindak anggotanya.
Namun demikian, Sahroni meyakini Polda Sulteng maupun Propam Polri akan dapat menyelesaikan kasus ini secara terbuka dan sesuai aturan berlaku. Apalagi Kapolda Sulteng telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga dan akan mendisiplinkan anggotanya yang bersalah.
Baca juga: Bentrok Polisi-Massa di Parigi Moutong Sulteng, 1 Tewas Tertembak
"Pihak Kapolda sudah meminta maaf, dan ini kasusnya juga tengah diselidiki oleh Propam Polri. Berdasarkan informasi yang ada, saat ini sudah ada empat anggota kepolisian yang tengah diperiksa oleh Propam terkait dugaan pelanggaran disiplin tersebut. Saatnya kita pantau terus kinerja polisi dalam mengusut kasusnya, dan memastikan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi," kata legislator asal Tanjung Priok ini.
Diberitakan sebelumnya, seorang warga tewas tertembak saat polisi berusaha membubarkan warga yang berunjuk rasa menolak kegiatan tambang emas PT Trio Kencana di Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, pada Sabtu (12/2/2022). Atas kejadian ini, Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi meminta maaf kepada keluarga korban dan menyatakan akan menindak anggotanya.
(abd)
Lihat Juga :