Negara-negara Pengguna Rafale, Jet Tempur Prancis yang Diborong Indonesia
Minggu, 13 Februari 2022 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
6. Qatar
Qatar memesan 24 jet tempur Dassault Rafale pada 2015 dan memesan 12 lagi pada 2018. Pada Februari 2020, Qatar telah menerima 25 unit pesawat.
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menilai, langkah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto membeli 42 pesawat tempur canggih Rafale dari Prancis dan 36 jet tempur F-15 dari Amerika Serikat merupakan strategi yang tepat dan sesuai konstitusi.
”Pembelian alutsista merupakan bentuk nyata Kemhan RI melaksanakan fungsi untuk pembangunan kekuatan TNI. Fungsi ini merupakan amanah UUD NRI 1945 yang menyatakan tujuan nasional pertama adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta tujuan nasional keempat ikut melaksanakan ketertiban dunia,” katanya, Minggu (13/2/2022).
Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut, pembelian pesawat tempur dari berbagai negara seperti Prancis dan Amerika Serikat merupakan strategi jitu untuk mengimplementasikan balancing of power pada tataran regional dan global. Selain itu, pembelian alutsista termasuk pesawat tempur dari negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB dinilai memiliki dampak penangkalan yang tinggi.
”Tidak semua negara bisa membeli meskipun anggarannya memadai. Kedua negara baik Prancis maupun Amerika Serikat pasti memiliki kalkulasi yang akurat dalam memproyeksikan kebijakan luar negeri masing-masing,” ujarnya.
Senada, pengamat Militer Insitute for Security and Strategic Studies, Khairul Fahmi menilai keputusan Prabowo dalam upaya penguatan alutsista Indonesia sudah tepat. Terutama saat Indonesia memborong 42 pesawat tempur Dassault Rafale dan 2 kapal selam Scorpene. "Pembelian Rafale dan Scorpene ini saya kira tepat. Bukan saja karena kita menghadapi tantangan di utara dan selatan sekaligus tapi lebih pada pertimbangan bahwa dengan keterbatasan anggaran," kata Fahmi
Qatar memesan 24 jet tempur Dassault Rafale pada 2015 dan memesan 12 lagi pada 2018. Pada Februari 2020, Qatar telah menerima 25 unit pesawat.
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menilai, langkah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto membeli 42 pesawat tempur canggih Rafale dari Prancis dan 36 jet tempur F-15 dari Amerika Serikat merupakan strategi yang tepat dan sesuai konstitusi.
”Pembelian alutsista merupakan bentuk nyata Kemhan RI melaksanakan fungsi untuk pembangunan kekuatan TNI. Fungsi ini merupakan amanah UUD NRI 1945 yang menyatakan tujuan nasional pertama adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta tujuan nasional keempat ikut melaksanakan ketertiban dunia,” katanya, Minggu (13/2/2022).
Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut, pembelian pesawat tempur dari berbagai negara seperti Prancis dan Amerika Serikat merupakan strategi jitu untuk mengimplementasikan balancing of power pada tataran regional dan global. Selain itu, pembelian alutsista termasuk pesawat tempur dari negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB dinilai memiliki dampak penangkalan yang tinggi.
”Tidak semua negara bisa membeli meskipun anggarannya memadai. Kedua negara baik Prancis maupun Amerika Serikat pasti memiliki kalkulasi yang akurat dalam memproyeksikan kebijakan luar negeri masing-masing,” ujarnya.
Senada, pengamat Militer Insitute for Security and Strategic Studies, Khairul Fahmi menilai keputusan Prabowo dalam upaya penguatan alutsista Indonesia sudah tepat. Terutama saat Indonesia memborong 42 pesawat tempur Dassault Rafale dan 2 kapal selam Scorpene. "Pembelian Rafale dan Scorpene ini saya kira tepat. Bukan saja karena kita menghadapi tantangan di utara dan selatan sekaligus tapi lebih pada pertimbangan bahwa dengan keterbatasan anggaran," kata Fahmi
(cip)
Lihat Juga :