Proses Hukumnya Problematis, Bagaimana Kelanjutan Pelaporan KSAD Dudung?
Minggu, 13 Februari 2022 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
”Yang kontra Dudung itu kelompok pengkritik pemeritahan Presiden Jokowi. Yang pro Dudung adalah pendukung pemerintahan Presiden Jokowi karena memang posisi itu yang diambil Dudung sesungguhnya, yang menurut saya patut disayangkan karena membawa TNI dalam ranah pro dan kontra. Seharusnya stay away atau step away,” kata Refly.
Baca juga: Soal Saksi Ahli Pelaporan KSAD Dudung, MUI Belum Terima Surat Koalisi Ulama
Jenderal Santri
Dudung sendiri menyadari bahwa ada persepsi publik atas dirinya yang dianggap menjauhi kelompok Islam. Dudung rajin bersilaturahmi ke pondok-pondok pesantren untuk menepis persepsi miring tersebut.
"Saya santri saya tidak pernah lewat (salat) lima waktunya, tidak pernah lewat puasanya. Jadi kalau saya mengatakan menjauhi Islam salah betul," ujarnya di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022).
Dudung menegaskan sama sekali tidak dan tidak ingin menjauhi agama Islam. Sejak lama setiap melakukan kunjungan kerja, dia selalu menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit) atau ceramah kepada prajurit.
Tetapi dia merasa memang menjadi sasaran kesalahan. Di beberapa kesempatan ketika memberikan kultum, kerap kali dia menyatakan jangan sampai ada yang mendalami agama tanpa adanya bimbingan ustaz.
"Di kultum itu saya menyampaikan kalau mempelajari agama jangan terlalu mendalam kalau tidak ada ustaznya, tidak ada kiainya, tidak ada guru. Ya tapi kalimat itu dipotong. Makanya kalau saya sampaikan benar sekalipun itu jadi persoalan," ujar dia.
Baca juga: Soal Saksi Ahli Pelaporan KSAD Dudung, MUI Belum Terima Surat Koalisi Ulama
Jenderal Santri
Dudung sendiri menyadari bahwa ada persepsi publik atas dirinya yang dianggap menjauhi kelompok Islam. Dudung rajin bersilaturahmi ke pondok-pondok pesantren untuk menepis persepsi miring tersebut.
"Saya santri saya tidak pernah lewat (salat) lima waktunya, tidak pernah lewat puasanya. Jadi kalau saya mengatakan menjauhi Islam salah betul," ujarnya di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022).
Dudung menegaskan sama sekali tidak dan tidak ingin menjauhi agama Islam. Sejak lama setiap melakukan kunjungan kerja, dia selalu menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit) atau ceramah kepada prajurit.
Tetapi dia merasa memang menjadi sasaran kesalahan. Di beberapa kesempatan ketika memberikan kultum, kerap kali dia menyatakan jangan sampai ada yang mendalami agama tanpa adanya bimbingan ustaz.
"Di kultum itu saya menyampaikan kalau mempelajari agama jangan terlalu mendalam kalau tidak ada ustaznya, tidak ada kiainya, tidak ada guru. Ya tapi kalimat itu dipotong. Makanya kalau saya sampaikan benar sekalipun itu jadi persoalan," ujar dia.
(muh)
Lihat Juga :