Makin Sangar, Rudal Berdaya Tembak 250 Km Perkuat Kapal Perang TNI AL

Kamis, 10 Februari 2022 - 04:46 WIB
loading...
Makin Sangar, Rudal...
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono akan memperkuat armada tempur dengan Rudal Naval Strike Missile. Foto/MPI/Riezki Maulana
A A A
JAKARTA - KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengungkapkan, pihaknya akan memperkuat armada tempur dengan memakai Rudal Naval Strike Missile. Torpedo itu dinilai cocok untuk KRI TNI AL lantaran daya tembaknya mencapai 250 km.

Hal ini teruntkap saat Yudo rapat paparan dengan PT. Lundin Industries Invest, Kongsberg Deffence & Aerospace AS dan PT. Datareka Integrasia di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat. Rabu (9/2/2022).

”TNI AL berencana akan memperkuat armada tempurnya dengan Peluru Kendali Naval Strike Missile yang sangat cocok untuk kapal-kapal perang milik TNI AL karena memiliki daya tembak sejauh 250 km,” ujar Yudo. Baca juga: Profil Dankormar Mayjen TNI Widodo Dwi Purwanto, Pemimpin Pasukan Elite TNI AL

Kementerian Pertahanan amat tertarik dengan Fast Missile Boat ini dan berencana akan membuat pengadaan sebanyak 120 Fast Missile Boat untuk TNI AL. Terkait hal itu, Yudo akan mengikuti arahan Kemhan dalam pengadaannya.

Untuk menguji kemampuannya, Yudo pun meminta agar Naval Strike Missile dapat diujicoba ke KRI Golok di Laut China Selatan dengan jarak sasaran 250 km sesuai spesifikasi misil.

”TNI AL akan membantu fasilitas pengamanan dan target sasaran penembakan dalam rangka latihan, sementara dari pihak PT Kongsberg menyediakan misil yang akan dites dan sistem penembakannya,” katanya. Baca juga: KSAL Survei Kapal Perang Korsel Hibah untuk TNI AL

Di kesempatan yang sama, Business Development Manager-Kongsberg Norwegia, Skorge Arild memaparkan, selain jangkauannya jauh, misil ini juga mudah digerakan ke tempat terkecil yang tak terlihat karena dikendalikan dari kapal utama.

”Misil-misil tersebut akan dibawa dengan Fast Missile Boat yang berukuran kecil, memiliki panjang 19 meter, lebar 4 meter dengan kecepatan 55 Knot sehingga lebih efektif jika digunakan dalam pertempuran,” ucap Arild.

Misil ini, kata dia melanjutkan, sulit dideteksi musuh dan diserang rudal exocet, namun sangat mematikan. Fast Missile Boat yang memiliki bobot 33 ton tersebut berkemampuan layar 500 miles dengan 6 awak kapal dan bekal selama 2 minggu.

”Hebatnya lagi, Fast Missile Boat tidak bersuara, tidak terdeteksi radar dan mampu bergerak cepat,” jelasnya.

Sedangkan cara mengoperasikan rudal ini adalah dengan terlebih dahulu mengambil foto target dan lokasinya menggunakan inframerah, kemudian data inframerah itu dimasukan dalam data sistem persenjataan.

Lalu eksekusi penembakan dilaksanakan dari komando yang berasal dari kapal utama. ”Fast Missile Boat tersebut bisa dimuatkan ke dalam kapal utama sejumlah 6 boat atau dapat berlayar secara mandiri,” paparnya.

Naval Strike Missile ini, kata dia, sudah digunakan oleh Amerika Serikat di Laut Cina Selatan. Diklaim olehnya, misil ini selalu efektif mengenai sasaran tanpa bisa di-counter.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
Jepang Tawarkan Kapal...
Jepang Tawarkan Kapal Selam dan Kapal Perang Fregat Mogami ke Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
3 Alasan Norwegia Batalkan...
3 Alasan Norwegia Batalkan Penjualan Rudal rudal Anti-kapal NSM ke Malaysia
Rekomendasi
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Saat Perang Israel-Hamas...
Saat Perang Israel-Hamas Makin Panas, Kapal Perang AS Diserang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved