Kepala BNPT Ajak Perkuat Pilar Kebangsaan Cegah Paham Radikal Intoleran
Selasa, 08 Februari 2022 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun mengibaratkan paham radikal terorisme sebagai virus yang berbahaya layaknya Covid-19. Orang yang terpapar paham radikal intoleran bisa saja tidak memiliki tanda-tanda dan sikap tertentu.
Dalam mencegah virus radikal terorisme, nilai-nilai kebangsaan yang ada dalam empat konsensus kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harus terus digelorakan terutama dalam ruang dialog kebangsaan. "Kalau masyarakat, anak muda Indonesia tidak kuat aspek ideologinya banyak anak muda akan terpapar," katanya.
Baca: Kepala BNPT Temui JK Mitigasi Penyebaran Terorisme di Tempat Ibadah
Sementara itu, Pemimpin Pondok Pesantren Nurul Falah K.H. Ahmad Rafiudin sebagai tuan rumah kegiatan dialog kebangsaan itu mengatakan segenap keluarga besar Pesantren Nurul Falah mendukung peran BNPT. "Kita anti paham radikal. Semoga Indonesia tetap jaya, aman, dan damai," ujarnya.
Hal senada dikatakan oleh Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga menjabat Ketua Kelompok Ahli BNPT ini mendukung kegiatan BNPT dalam merawat persatuan dan kesatuan dalam dialog kebangsaan.
Menurut dia, upaya BNPT dalam merawat persatuan dan kerukunan bangsa harus didukung dan dipelihara sebagaimana leluhur bangsa Indonesia telah mewariskan semangat persatuan dan kesatuan. "Alhamdulillah BNPT menjaga generasi muda. Keukhuwahan, persatuan dan kesatuan sudah diwariskan bahkan sejak zaman para Walisongo. Jangan kita sampai mengecewakan warisan leluhur bangsa kita untuk terus bersatu," imbuhnya.
Dalam mencegah virus radikal terorisme, nilai-nilai kebangsaan yang ada dalam empat konsensus kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harus terus digelorakan terutama dalam ruang dialog kebangsaan. "Kalau masyarakat, anak muda Indonesia tidak kuat aspek ideologinya banyak anak muda akan terpapar," katanya.
Baca: Kepala BNPT Temui JK Mitigasi Penyebaran Terorisme di Tempat Ibadah
Sementara itu, Pemimpin Pondok Pesantren Nurul Falah K.H. Ahmad Rafiudin sebagai tuan rumah kegiatan dialog kebangsaan itu mengatakan segenap keluarga besar Pesantren Nurul Falah mendukung peran BNPT. "Kita anti paham radikal. Semoga Indonesia tetap jaya, aman, dan damai," ujarnya.
Hal senada dikatakan oleh Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga menjabat Ketua Kelompok Ahli BNPT ini mendukung kegiatan BNPT dalam merawat persatuan dan kesatuan dalam dialog kebangsaan.
Menurut dia, upaya BNPT dalam merawat persatuan dan kerukunan bangsa harus didukung dan dipelihara sebagaimana leluhur bangsa Indonesia telah mewariskan semangat persatuan dan kesatuan. "Alhamdulillah BNPT menjaga generasi muda. Keukhuwahan, persatuan dan kesatuan sudah diwariskan bahkan sejak zaman para Walisongo. Jangan kita sampai mengecewakan warisan leluhur bangsa kita untuk terus bersatu," imbuhnya.
Lihat Juga :