Bawaslu Minta Ada Anggaran Perlindungan Kesehatan Penyelenggara Pilkada
Jum'at, 12 Juni 2020 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Dirinya memberikan contoh seperti ketentuan mengggunakan masker atau sarung tangan bagi petugas pemilu. Maka itu, anggaran tambahan diperlukan.
"Mereka melakukan verifikasi pemilih, harus pakai masker dan ikuti protokol kesehatan. Ya setidaknya harus ada hand sanitizer dan masker dan detailnya masih dalam pembahasan," ungkapnya.
Adapun terkait Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo yang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP), Fritz mengungkapkan, Bawaslu tetap optimistis fungsi pengawasan tetap berjalan optimal. Selama beberapa hari terakhir,
koordinasi tetap bisa dilakukan kendati dalam komunikasi digital.
"Tentu kami berharap Bu Ratna segera dinyatakan sembuh kembali. Dan selama ini kami terus melakukan koordinasi secara digital. Sebenarnya, Pilkada ini yang sibuk di daerah-daerah, Bawaslu sebagai penanggungjawab akhir," katanya.
"Kita terus berkoordinasi dengan para pihak, termasuk dengan segenap jajaran, KPU, DPR RI, Kemendagri dan DKPP. Bawaslu yakin Pilkada 9 Desember 2020 bisa sukses dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19," sambungnya.
Hal senada dikatakan oleh Akademisi dari Universitas Brawijaya, Prof Bambang Suprioyono. Bambang mengatakan, kinerja Bawaslu dalam kondisi seperti ini dituntut lebih cermat dan ekstra hati-hati.
"Mereka melakukan verifikasi pemilih, harus pakai masker dan ikuti protokol kesehatan. Ya setidaknya harus ada hand sanitizer dan masker dan detailnya masih dalam pembahasan," ungkapnya.
Adapun terkait Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo yang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP), Fritz mengungkapkan, Bawaslu tetap optimistis fungsi pengawasan tetap berjalan optimal. Selama beberapa hari terakhir,
koordinasi tetap bisa dilakukan kendati dalam komunikasi digital.
"Tentu kami berharap Bu Ratna segera dinyatakan sembuh kembali. Dan selama ini kami terus melakukan koordinasi secara digital. Sebenarnya, Pilkada ini yang sibuk di daerah-daerah, Bawaslu sebagai penanggungjawab akhir," katanya.
"Kita terus berkoordinasi dengan para pihak, termasuk dengan segenap jajaran, KPU, DPR RI, Kemendagri dan DKPP. Bawaslu yakin Pilkada 9 Desember 2020 bisa sukses dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19," sambungnya.
Hal senada dikatakan oleh Akademisi dari Universitas Brawijaya, Prof Bambang Suprioyono. Bambang mengatakan, kinerja Bawaslu dalam kondisi seperti ini dituntut lebih cermat dan ekstra hati-hati.
Lihat Juga :