Dahsyat! Drone Tempur Buatan Israel Perkuat Pasukan Elite Kopasgat TNI AU

Senin, 07 Februari 2022 - 05:27 WIB
loading...
Dahsyat! Drone Tempur...
Drone Orbiter 2B dengan kemampuan intai tempur milik Kopasgat TNI AU. Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Kemampuan tempur Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) yang sebelumnya bernama Korp Paskhas TNI AU kini semakin mengerikan dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Selain memiliki kemampuan khusus para prajuritnya, pasukan Korps Baret Jingga itu kini dilengkapi dengan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) canggih dan modern yakni, Unmanned Aerial Vehicle (pesawat tanpa awak) atau yang lebih dikenal dengan sebutan drone intai tempur buatan Israel.

Hal itu terungkap saat Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengunjungi Markas Wing I Kopasgat yang berada di Kompleks Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Dalam kunjungannya tersebut, Panglima TNI didampingi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Dankopasgat Marsekal Muda (Marsda) TNI Eris Widodo Yuliastono melihat dari dekat drone intai tempur Orbiter 2B.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Ganti Nama Korps Paskhas TNI AU Jadi Kopasgat

Bukan cuma itu, Panglima TNI juga mendapat gambaran lengkap mengenai drone Orbiter 2B yang dipaparkan Perwira Kopasgat. Di mana drone yang dioperasikan menggunakan baterai tersebut memiliki kemampuan terbang selama dua jam dengan jangkauan sejauh 38 kilometer. “Buatan mana mas? Israel,” ucap Panglima TNI dalam channel YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa yang dikutip SINDOnews, Senin (7/2/2022).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tampak kagum dengan spesifikasi dan kemampuan yang dimiliki drone tersebut. “Wow, 18.000 (feet). Ini trainingnya sudah? Sudah ya, oke nanti saya ingin lihat,” ucap mantan Pangkostrad ini.

Baca juga: Satuan Elite TNI AU Korpaskhas Berganti Nama Jadi Kopasgat, Kenapa?

Kehebatan drone Orbiter series buatan Aeronautics Defense Systems, Israel di medan pertempuran memang sudah tidak diragukan lagi. Hal itu terbukti saat konflik di Nagorno-Karabakh, di mana Orbiter 1K “Kingfisher” yang dioperasikan militer Azerbaijan menjadi drone kamikaze yang mampu melumpuhkan kekuatan pasukan Armenia. Tidak hanya itu drone Orbiter 1K juga menjadi salah satu penentu kemenangan pasukan Azerbaijan.

Dahsyat! Drone Tempur Buatan Israel Perkuat Pasukan Elite Kopasgat TNI AU


Di Asia sendiri, yang menggunakan drone varian ini hanya Indonesia dan Thailand. Sedangkan, di Eropa negara-negara yang menggunakan drone tersebut antara lain Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Azerbaijan, Kroasia, Irlandia, Meksiko, Serbia dan Spanyol. Termasuk Finlandia, Turkmenistan, Polandia, dan Afrika Selatan.

Baca juga: Kopaskhas Berganti Nama Kopasgat, Ini Kehebatan dan Kemampuan Pasukan Elite TNI AU

Dikutip dari situs aeronautics-sys.com, Orbiter 2 merupakan drone portable yang ringan, ringkas dan dirancang untuk misi intelijen di medan pertempuran. Drone yang diluncurkan pada 2014 ini memiliki lebar sayap 3 meter. Drone dengan berat maksimum 9,5 Kg saat tinggal landas ini mampu terbang dengan kecepatan 130 Km/ jam.

Drone ini dirancang untuk misi pengintaian dan menyediakan informasi bagi pasukan dalam mengakuisisi target atau intelligence, surveillance, target acquisition, and reconnaissance (ISTAR) sehingga sangat cocok digunakan untuk perang kota, peperangan intensitas penuh dan operasi pada peperangan intensitas rendah, termasuk kontra-pemberontakan.

Untuk mendukung operasi, drone ini dilengkapi dengan aplikasi Multi Operation Aerial Vehicle (MOAV) berstandar NATO. ”Drone Orbiter ini dilengkapi datalink digital dan memiliki daya tahan hingga 4 jam; kapasitas angkut 1,5 Kg dan radius operasional sejauh 100 Km,” tulis keterangan di website tersebut.

Untuk mengoperasikan drone yang diluncurkan dengan sistem ketapel ini, hanya dibutuhkan waktu tujuh menit merakitnya. Kelebihan lainnya, drone ini bisa beroperasi pada siang maupun malam hari, memiliki kamera pemandu, mampu beroperasi dalam kondisi cuaca buruk, dan mampu diam saat di udara sehingga bisa melakukan operasi rahasia. Saat ini, ada tiga varian Orbiter yang diproduksi Aeronautics Defense Systems yakni, Orbiter 1K, Orbiter 2 dan Orbiter 3.

Dahsyat! Drone Tempur Buatan Israel Perkuat Pasukan Elite Kopasgat TNI AU


Hubungan Tersembunyi Indonesia-Israel

Meski tidak memiliki hubungan diplomatik, namun kerja sama militer antara Indonesia dan Israel sebenarnya sudah terjalin sejak lama. Kerja sama sembunyi-sembunyi itu pernah dilakukan Jenderal TNI (Purn) Lenoardus Benny Moerdani.

Benny yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) kemudian Panglima ABRI di era kepemimpinan Presiden Soeharto ini, memang mempunyai hubungan baik dengan Israel. Ketika itu, Benny sempat meminjam roket untuk melindungi Presiden Soeharto dan pembelian pesawat tempur untuk TNI Angkatan Udara (AU).

Dikutip dari buku biografinya berjudul “Benny Moerdani Jejak Perjuangan dan Dedikasi si Raja Intelijen” Benny menjalin kerja sama rahasia dengan Israel karena tanggung jawabnya menjaga keselamatan dan keamanan, Presiden Soeharto yang hendak mengunjungi Timur Tengah (Timteng). Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Benny, ada upaya menyerang Presiden Soeharto dari kelompok tertentu saat kunjungan kenegaraan tersebut.

Merasa keselamatan orang dekatnya terancam, Benny dengan sigap langsung menghubungi jaringannya di Israel. “Benny pernah meminta untuk meminjam roket dari Israel agar serangan kepada pesawat kepresidenan saat Presiden Soeharto melakukan perjalanan ke Timur Tengah dapat dibendung,” ucap Salim Said.

Selain meminjam roket, operasi clandestine terbesar Benny Moerdani dengan Israel adalah saat pengadaan pesawat tempur untuk TNI AU. Operasi ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pesawat tempur yang dimiliki TNI AU. Ketika itu, pesawat F-86 dan T-33 yang dimiliki matra udara sudah tua dan diprediksi tidak bisa beroperasi secara maksimal dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia. Jika tidak segera diatasi maka kekuatan pertahanan udara Indonesia lemah sehingga rawan infiltrasi pesawat-pesawat asing.

”Amerika Serikat sebagai mitra hanya mampu memberikan 16 pesawat tempur F-5E/F Tiger II. Namun jumlah itu masih belum cukup untuk memenuhi kekosongan skadron-skadron tempur TNI AU,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI (Purn) Ashadi Tjahjadi menirukan yang ditulis dalam buku biografinya “Loyalitas Tanpa Pamrih”.

Atas perintah Presiden Soeharto, Benny yang saat itu menjabat sebagai Kepala BAIS kemudian melakukan pembelian 32 pesawat tempur bekas A-4E Skyhawk milik Israel pada 1979. Karena Indonesia tidak punya hubungan diplomatik maka pembelian dilakukan sangat rahasia dengan nama Operasi Alpha, yang diambil dari nama depan pesawat tersebut.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
6 Pati TNI AU Duduki...
6 Pati TNI AU Duduki Jabatan Strategis usai Sertijab, Ini Nama-namanya
TB Hasanuddin Minta...
TB Hasanuddin Minta Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP Dikaji
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Mantan Direktur CIA...
Mantan Direktur CIA Sebut Perang Drone Picu Bahaya dan Peluang, Ini 5 Alasannya
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Rekomendasi
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Berita Terkini
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Infografis
3 Negara Mengirim Drone...
3 Negara Mengirim Drone Tempur untuk Hancurkan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved