Ini Plus Minus Duet Prabowo-Gus Muhaimin di Pilpres 2024
Sabtu, 05 Februari 2022 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara melihat Prabowo Subianto selalu berada di tiga besar berdasarkan banyak hasil survei, selain Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. “Bedanya, potensi Prabowo maju lagi di Pilpres 2024 itu bukan sekadar halu, karena punya elektabilitas dan dukungan solid dari Partai Gerindra,” kata Igor kepada SINDOnews, Jumat (4/2/2022).
Menurut Igor, bisa dibilang sosok Prabowo adalah salah satu figur yang menjadi rebutan bagi tokoh lainnya untuk bisa berpasangan dengan mantan Danjen Kopassus tersebut. “Salah satunya adalah Ketum PKB Muhaimin Iskandar yang dianggap mewakili basis massa Islam tradisional (NU). Menurut saya, jika terwujud pasangan Prabowo-Muhaimin sangat menarik,” imbuhnya.
Karena, kata dia, sebelumnya Prabowo pernah berpasangan dengan kader PAN yaitu Hatta Rajasa yang mewakili unsur Islam modern Muhammadiyah. Namun, lanjut dia, Prabowo - Hatta kalah di Pilpres 2014.
Baca: Nelayan Kalibaru Dorong Cak Imin Nyapres 2024
“Jika Prabowo maju lagi sebagai capres 2024 itu bukan masalah bisa maju atau tidak, sebagaimana Ganjar atau Anies yang belum ada kepastian parpol pengusungnya. Masalah Prabowo sebagai capres 2024 adalah bisa menang atau tidak, jawabannya tergantung pada koalisi parpol yang nanti terbentuk dan pilihan pada sosok pendamping (cawapres),” ungkapnya.
Igor mengatakan, koalisi Gerindra-PKB atau PDIP-Gerindra sangat mungkin terwujud. “Begitu juga, duet antara Prabowo-Puan atau Prabowo-Muhaimin juga potensi terjadi. Tergantung nanti manuver elite politik di last minutes,” kata Igor.
Menurut Igor, bisa dibilang sosok Prabowo adalah salah satu figur yang menjadi rebutan bagi tokoh lainnya untuk bisa berpasangan dengan mantan Danjen Kopassus tersebut. “Salah satunya adalah Ketum PKB Muhaimin Iskandar yang dianggap mewakili basis massa Islam tradisional (NU). Menurut saya, jika terwujud pasangan Prabowo-Muhaimin sangat menarik,” imbuhnya.
Karena, kata dia, sebelumnya Prabowo pernah berpasangan dengan kader PAN yaitu Hatta Rajasa yang mewakili unsur Islam modern Muhammadiyah. Namun, lanjut dia, Prabowo - Hatta kalah di Pilpres 2014.
Baca: Nelayan Kalibaru Dorong Cak Imin Nyapres 2024
“Jika Prabowo maju lagi sebagai capres 2024 itu bukan masalah bisa maju atau tidak, sebagaimana Ganjar atau Anies yang belum ada kepastian parpol pengusungnya. Masalah Prabowo sebagai capres 2024 adalah bisa menang atau tidak, jawabannya tergantung pada koalisi parpol yang nanti terbentuk dan pilihan pada sosok pendamping (cawapres),” ungkapnya.
Igor mengatakan, koalisi Gerindra-PKB atau PDIP-Gerindra sangat mungkin terwujud. “Begitu juga, duet antara Prabowo-Puan atau Prabowo-Muhaimin juga potensi terjadi. Tergantung nanti manuver elite politik di last minutes,” kata Igor.
Lihat Juga :