'New Normal' Bikin Penanganan Corona Tidak Normal

Jum'at, 12 Juni 2020 - 10:16 WIB
loading...
New Normal Bikin Penanganan...
Warga mulai beraktivitas di masa PSBB Transisi. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menganggap, penerapan kebijakan kenormalan baru (new normal) membuat penanganan terhadap virus corona atau Covid-19 menjadi tidak normal dan cenderung tidak jelas.

"Saat ini negeri ini belum normal, angka kematian belum turun," kata Jerry kepada SINDOnews, Jumat (12/6/2020).

Jerry mengatakan, memang ada negara-negara seperti Korea Selatan, Jerman, Hong Kong, China, dan Australia yang mencoba membuka kembali aktivitas mereka dengan penerapan new normal. Tapi, ada saja korban jiwa yang berjatuhan seperti di Korsel 79 kasus baru setelah 200 sekolah kembali dibuka. Begitu pula dengan Arab Saudi. (Baca juga: Update Corona 11 Juni 2020: 35.295 Positif, 12.636 Sembuh dan 2.000 Meninggal Dunia ).

Menurutnya, di Indonesia new normal diterapkan di 102 daerah, PSBB 20 wilayah, dan lockdown ada tujuh daerah di saat awal pandemi corona. Di saat bersama, keluar kebijakan new normal, sehingga ini tidak linear atau satu garis. "Saya berharap baik goverment and public policy itu searah, misalkan penerapan kebijakan new normal," ujarnya.

Menurut dia, kondisi itu masih ditambah dengan larangan mudik yang banyak dilanggar masyarakat, sehingga membuat penyebaran Covid-19 kian masif. Daerah yang awalnya green zone (zona hijau) berubah menjadi red zone (zona merah) sampai black zone (zona hitam). (Baca juga: Achmad Yurianto: Mayoritas Penambahan Pasien Positif Covid-19 Orang Tanpa Gejala ).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 190, Meninggal 5 Orang
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Berita Terkini
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
Teka-teki Silang Perkara...
Teka-teki Silang Perkara Pidana Eks Jampidsus
Safari Politik, Ketua...
Safari Politik, Ketua DPP Partai Ummat Heikal Safar Temui Sufmi Dasco
2 Sisi PFII: Potensi...
2 Sisi PFII: Potensi versus Presisi
Sidang Putusan Praperadilan...
Sidang Putusan Praperadilan Jilid II Roy Suryo Digelar Hari Ini
4 Kombes Pol Promosi...
4 Kombes Pol Promosi Jabatan ke Lemdiklat Polri dan Pecah Bintang dalam Mutasi Terbaru, Ini Daftar Namanya
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved