96 Tahun NU dan Setumpuk Pekerjaan Rumah

Senin, 31 Januari 2022 - 10:05 WIB
loading...
A A A
Menjelang satu abad NU pada 2026 mendatang, pekerjaan rumah terberat NU adalah menjadikan seluruh SDM NU memiliki kualitas dan karakter kuat, serta keterampilan dan ilmu pengetahuan yang sesuai kebutuhan dewasa ini. Cukup? Tentu tidak. NU juga harus tetap mengawal dan menjaga bagaimana transformasi digital ini bisa berseiring dengan nilai-nilai keIslaman dan kebudayaan nusantara.

Tidak menutup mata, transformasi digital membawa dampak positif berupa semakin mudah dan cepatnya akses informasi, munculnya inovasi dalam berbagai bidang kehidupan yang meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam kehidupan. Namun, jangan lupakan juga dampak negatifnya seperti maraknya pelanggaran hak cipta atau hak kekayaan intelektual, bullying, pornografi, kejahatan cyber, serta maraknya berita palsu yang menimbulkan disintegrasi bangsa dan perpecahan.

Satu-satunya kunci penguatan SDM guna menangkal ini adalah melalui jalur pendidikan. Seluruh jenjang pendidikan NU, dari Raudatul Athfal hingga perguruan tinggi harus terus berpegang teguh pada nilai, metodologi, dan kurikulum keagamaan namun adaptif mengadopsi kurikulum modern berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) serta memberikan ruang untuk bekreasi dan berinovasi.

Dengan begitu, seorang intelektual NU akan mampu secara fasih menjelaskan Islam secara benar dan mendalam. Islam yang damai, sejuk, dan tanpa kekerasan. Islam yang Rahmatan lil'alamin. Kemampuan ini pula yang kemudian akan mampu membendung munculnya radikalisme, intoleransi, dan disintegrasi bangsa yang saat ini juga telah menjejak ranah digital.

Pekerjaan rumah NU ini selaras dengan tantangan Indonesia di mana republik ini tidak lama lagi akan mencapai puncak demografi di mana usia produktif (15-64 tahun) mendominasi jumlah penduduk di dalam negeri. Penguatan SDM mau tidak mau harus digencarkan guna menghasilkan SDM yang berkualitas. Dengan begitu, bonus demografi tersebut membawa Indonesia semakin unggul, bukan sebaliknya justru menimbulkan bencana demografi.

Pemulihan Ekonomi
Pemulihan ekonomi akibat Covid-19 menjadi bab lain perjalanan NU jelang usianya mencapai satu abad. Dengan kekuatan yang dimiliki NU, maka tidak berlebihan apabila NU optimisme Indonesia bisa segera keluar dari krisis ini jauh lebih cepat. Langkah dimulai dengan penguatan kemandirian ekonomi di internal kader NU yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Konsep ini sangat bisa diterapkan pada lingkungan pesantren.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Comeback, Tundukkan Myanmar 2-1
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved