Korupsi Rp50 Juta Tak Dipenjara Disebut Perspektif Pedagang

Jum'at, 28 Januari 2022 - 16:12 WIB
loading...
Korupsi Rp50 Juta Tak...
Abdul Fickar berpendapat pernyataan jaksa agung bahwa korupsi di bawah Rp50 juta cukup dihukum dengan mengembalikan uang negara mirip perspektif pedagang. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin soal korupsi dengan nilai kerugian di bawah Rp50 juta tak perlu dipidana penjara kembali dikritik. Hukuman yang dicukupkan dengan mengganti kerugian negara dianggap keluar dari koridor pidana.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti (Usakti) Abdul Fickar Hadjar menilai kualifikasi tindak pidana adalah perbuatannya. "Yang dikualifikasi sebagai tindak pidana itu perbuatannya bukan kerugiannya, hukum pidana menghukum perbuatan jahat," kata Fickar saat dihubungi, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Koruptor di Bawah Rp50 Juta Tak Dipenjara, Jaksa Agung Sudah Terbitkan Imbauan

Menurut Fickar, penekanan hukuman hanya pada pengembalian kerugian negara sama saja dengan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk melakukan korupsi. Sebab sanksinya hanya mengembalikan sejumlah uang yang dikorupsi.

"Itu sama dengan memberikan kesempatan untuk orang korupsi yang sebesar-besarnya, kalau ketahuan ya dikembalikan," tukasnya.



Fickar menilai pemikiran jaksa agung seperti perspektif seorang pedagang. Dia bahkan lupa bahwa jaksa agung berfungsi sebagai penegak hukum dan melakukan penuntutan. Sementara pidana yang diselesaikan secara damai hanya untuk perkara delik aduan yang prosesnya digantungkan pada korban.

"Korupsi itu bukan delik aduan dia jejahatan murni. Dengan kebijakan itu JA sudah bersikap toleran terhadap korupsi," pungkas Fickar.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Rekomendasi
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved