Cegah Stunting untuk Wujudkan Generasi Sehat di Masa Depan
Kamis, 27 Januari 2022 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa penurunan angka stunting dapat tangani dengan tepat dimulai dari data, yang kemudian diolah atau dituangkan dalam penyusunan strategi.
"Salah satu langkah dini yang bisa diambil adalah bekerja sama dengan Kementerian Agama dan jajarannya, untuk harus mengidentifikasi calon pasangan yang menikah dan mengadakan pemeriksaan 3 bulan sebelum pernikahan untuk pengecekan lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh dan HB. Mulai dari 4 pemeriksaan tersebut yang akan menjadi program wajib," katanya.
Ia menjelaskan, strategi nasional yang disusun Kemenkes untuk menurunkan angka stunting disinergikan dengan program BKKBN. Edukasi juga tidak boleh berhenti mengingat terus bertambahnya keluarga muda setiap tahunnya. Dengan pemahaman yang tepat, penanganan, dan pencegahan stunting bisa dilakukan sejak dini.
Baca juga: Cegah Stunting, Ganjar Tebar Bibit-Ajak Warga Konsumsi Ikan di Waduk Jatibarang
"Tentunya orang tua juga memegang peranan penting dalam intervensi akan pencegahan stunting. Hal ini pun dapat didukung oleh para orang tua untuk turut serta mencapai target penurunan stunting, antara lain mulai dari memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, memberikan ASI Eksklusif, terus memantau tumbuh kembang anak dan selalu jaga kebersihan lingkungan," katanya.
Damayanti Rusli Sjarif menjelaskan stunting dapat ditangani selama 2 tahun pertama kehidupan anak. "Dua penyebab stunting yaitu malnutrisi atau asupan gizi yang kurang dan kebutuhan gizi anak yang meningkat. Kebutuhan gizi anak yang meningkat bisa disebabkan oleh sakit, infeksi,prematuritas, alergi makanan dan kelainan metabolisme, sehingga faktor pencegahan stunting menjadi hal yang utama," katanya.
"Salah satu langkah dini yang bisa diambil adalah bekerja sama dengan Kementerian Agama dan jajarannya, untuk harus mengidentifikasi calon pasangan yang menikah dan mengadakan pemeriksaan 3 bulan sebelum pernikahan untuk pengecekan lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh dan HB. Mulai dari 4 pemeriksaan tersebut yang akan menjadi program wajib," katanya.
Ia menjelaskan, strategi nasional yang disusun Kemenkes untuk menurunkan angka stunting disinergikan dengan program BKKBN. Edukasi juga tidak boleh berhenti mengingat terus bertambahnya keluarga muda setiap tahunnya. Dengan pemahaman yang tepat, penanganan, dan pencegahan stunting bisa dilakukan sejak dini.
Baca juga: Cegah Stunting, Ganjar Tebar Bibit-Ajak Warga Konsumsi Ikan di Waduk Jatibarang
"Tentunya orang tua juga memegang peranan penting dalam intervensi akan pencegahan stunting. Hal ini pun dapat didukung oleh para orang tua untuk turut serta mencapai target penurunan stunting, antara lain mulai dari memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, memberikan ASI Eksklusif, terus memantau tumbuh kembang anak dan selalu jaga kebersihan lingkungan," katanya.
Damayanti Rusli Sjarif menjelaskan stunting dapat ditangani selama 2 tahun pertama kehidupan anak. "Dua penyebab stunting yaitu malnutrisi atau asupan gizi yang kurang dan kebutuhan gizi anak yang meningkat. Kebutuhan gizi anak yang meningkat bisa disebabkan oleh sakit, infeksi,prematuritas, alergi makanan dan kelainan metabolisme, sehingga faktor pencegahan stunting menjadi hal yang utama," katanya.
Lihat Juga :