Peneliti: Dana PEN untuk Proyek Ibu Kota Ganggu Proses Pemulihan

Rabu, 26 Januari 2022 - 02:17 WIB
loading...
Peneliti: Dana PEN untuk...
Peneliti TII Nuri Resti Chayyani menilai penggunaan dana PEN untuk proyek ibu kota neara justru berpotensi mengganggu proses pemulihan ekonomi yang tengah berjalan. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Republik Indonesia mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan pendanaan untuk pindah ibu kota negara akan diambilkan dari pos dana pemulihan ekonomi nasional (PEN). Penggunaan dana PEN tentunya menyalahi Pasal 11 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19. Dalam UU tersebut, tidak tertuang penggunaan dana untuk anggaran pembangunan ibu kota negara.

Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institue (TII), Nuri Resti Chayyani, menganggap hal tersebut juga dapat mengganggu pemulihan ekonomi yang tengah berjalan. Anggaran yang belum terserap maksimal perlu digunakan kembali untuk tahun 2022, hingga perekonomian Indonesia dapat pulih sepenuhnya. Seperti pada klaster kesehatan, perlindungan sosial, dan insentif usaha yang masih dibutuhkan hingga saat ini, mengingat kasus Covid-19 masih mengalami lonjakan karena varian Omicron.

Baca juga: Minta Ibu Kota Negara Tak Pakai APBN, PKB: Sri Mulyani yang Cari Duit

“Penggunaan PEN untuk anggaran IKN tentu saja dirasa kurang tepat. Sebab PEN adalah bagian dari APBN yang paling berpengaruh terutama pada klaster pemulihan ekonomi dan kesehatan. Berbagai insentif untuk memutar roda perekonomian juga masih dibutuhkan masyarakat di tengah ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir,”ungkap Nuri.

Awalnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan tidak akan menggunakan APBN untuk IKN. Pernyataan tersebut disampaikan pada bulan Mei 2019. Namun, berbeda dengan pendapat Kementerian Keuangan yang menyebutkan 19,2 persen dari total biaya Rp466 triliun akan menggunakan APBN untuk membangun infrastruktur awal. Bahkan, biaya IKN rencananya akan menggunakan dana PEN dari klaster pemulihan ekonomi.



Nuri menambahkan, penggunaan dana PEN untuk IKN tidak akan mengurangi peningkatan jumlah kasus Covid-19. Berdasarkan data, kasus Covid-19 di Indonesia kembali menunjukkan kurva peningkatan. Hingga 22 Januari, tercatat 3.205 kasus baru dan rata-rata selama seminggu terjadi peningkatan 1.808 kasus.

“Pencarian sumber dana untuk ibu kota negara baru perlu belajar dari Malaysia yang membangun Putrajaya dan Australia yang membangun Canberra. Jadi bukan hanya dari fisik saja yang perlu diadopsi, segi finansial juga perlu dipelajari. Sehingga, tidak ada anggaran yang tidak semestinya ikut digunakan untuk pembangunan ibu kota negara baru.” tutup Nuri.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MK Tegaskan Jakarta...
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Buka Suara
Ibu Kota Negara di Jakarta...
Ibu Kota Negara di Jakarta Konstitusional, Bagaimana Nasib IKN?
Kapolda Metro Jaya Dijabat...
Kapolda Metro Jaya Dijabat Komjen Pol, Pakar: Tugas dan Tantangannya Sangat Kompleks
Putusan MK soal Jakarta...
Putusan MK soal Jakarta Tetap Ibu Kota, Komisi II DPR Sebut Tak Perlu Dorong Prabowo Terbitkan Keppres IKN
Ketum GIM Dukung Putusan...
Ketum GIM Dukung Putusan MK Tetapkan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Gugatan UU IKN Ditolak...
Gugatan UU IKN Ditolak MK Pertegas Ibu Kota Negara Tetap Jakarta
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Pramono Anung: Selama...
Pramono Anung: Selama Belum Ada Keppres, Ibu Kota Tetap di Jakarta
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Rekomendasi
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Berita Terkini
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Infografis
Rusia Sekarang Dapat...
Rusia Sekarang Dapat Menyerang 3 Ibu Kota Sekutu NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved