Ravio Patra Diduga Ditangkap, Aktivis Minta Jokowi-Kapolri Turun Tangan

Kamis, 23 April 2020 - 17:39 WIB
loading...
Ravio Patra Diduga Ditangkap,...
Peneliti kebijakan publik, Ravio Patra yang hingga kini keberadaannya tidak diketahui. Koalisi LSM menduga Ravio ditangkap petugas. Foto/linkedin
A A A
JAKARTA - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat, seperti SAFEnet, YLBHI, LBH, KontraS, ICW, Amnesty International Indonesia, dan Lokataru menduga peneliti kebijakan publik, Ravio Patra ditangkap petugas.

Sampai saat ini tidak jelas dimana keberadaan Ravio.“Belum diketahui Ravio ditangkap oleh kesatuan mana dan dibawa ke mana. Tim Pendamping Hukum dari Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus sedang mencari tahu ke kantor Polda Metro Jaya,” ujar salah seorang perwakilan koalisim Damar Juniarto dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (23/04/2020).

Koalisi yang tergabung dalam Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa itu mendesak Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk turun tangan melepaskan Ravio Patra.

“Menghentikan proses kriminalisasi dan tindakan-tindakan pembungkaman kepada warga negara lainnya,” terang Damar.

Selain itu, Jokowi dan Jenderal Idham Azis segera menghentikan upaya dari pihak tertentu untuk meretas gawai atau akun media sosial masyarakat yang kritis.

Pemerintah harus memastikan setiap warga negara dilindungi oleh hukum dalam menikmati hak-haknya. Itu dijamin oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Damar menuturkan Ravio sempat menceritakan peretasan WhatsApp miliknya pada 22 April lalu. Ravio, menurutnya, sempat menghidupkan whatsApp-nya dan muncul tulisan You've registered your number on another phone. Setelah itu, Ravio mendapati ada pesan singkat dan permintaan pengiriman one time pasword (OTP).

"Ravio sebelumnya sempat mendapatkan panggilan dari nomor 082167672001, 081226661965, dan nomor asing berkode Malaysia dan Amerika Serikat. Berdasarkan identifikasi koalisi nomor itu milik AKBP HS dan Kol ATD," katanya.

Peretas ini diduga punya kemampuan teknologi informasi (TI) yang sangat baik. Ravio sebenarnya sudah menerapkan keamanan berlapis, yakni two way verification dan memasang sidik jari.(Baca juga: Jika Wabah Corona Berlangsung Lama, Prabowo Minta Masyarakat Lakukan Ini )

Selama mengambil alih whatsapp Ravio, perestas sudah mengiriim pesan ke sejumlah nomor tidak dikenal. Pesan itu berbunyi: Krisis sudah satnya membakar! Ayo kumpul dan ramaikan 30 April aksi penjarahan nasional serentak, semua toko yang ada di dekat kita bebas dijarah.

Pada Selasa itu, Ravio masih berkomunikasi dengan Damar dan mengatakan ada orang yang mencarinya. Damar meminta Ravio mengungsi ke rumah aman. Tadi pagi, dia mendapatkan kabar Ravio dijemput intel polisi.

“Kami melihat dan meyakini motif penyebaran itu adalah plotting untuk menempatkan Ravio sebagai salah satu pihak yang dijebak seolah-olah akan membuat kerusuhan,” terang Damar.

Selama ini, Ravio dikenal vokal menyuarakan kritikan kepada pemerintah. Dia pernah mengkritik stafsus “milenial” Presiden Jokowu, Billy Mambrasar. Ia diduga kuat terlibat konflik kepentingan dalam proyek-proyek pemerintah di Papua. Ravio juga sempat menulis kritik tentang penanganan Covid-19 di salah satu media daring.

Koalisi mendesak polisi membongkar dan mengungkap peretas ponsel pintar Ravio Patra. Damar menilai kemampuan mertas tidak dimiliki sembarang orang atau instansi.

“Polri seharusnya menangkap pihak-pihak yang telah meretas handphone Ravio dan menyebarkan hoaks kerusuhan dengan menggunakan WA Ravio. bukan menangkap Ravio,” tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
9 WNI Relawan Global...
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Jakarta Minggu Sore
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Jejak Pendidikan Jumhur...
Jejak Pendidikan Jumhur Hidayat yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Kolaborasi Akademisi...
Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan
Rekomendasi
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Berita Terkini
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Infografis
Takut Ditangkap ICC,...
Takut Ditangkap ICC, PM Israel Minta Tolong Biden Gunakan Pengaruh AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved