IDI dan Organisasi Sarang Laba-Laba
Senin, 24 Januari 2022 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
Organisasi sarang laba-laba memberi kesempatan serta kepercayaan kepada setiap simpul organisasi untuk mengatur diri sendiri, memaksimalkan potensinya, serta membuat program kerja sesuai kondisi riil yang dihadapinya. Ia juga memberi kepercayaan setiap simpul untuk memutuskan dan menyelesaikan masalah sesuai kapabilitasnya. Apabila beban masalahnya terlalu besar atau berat, barulah induk organisasi datang memberi bantuan.
Organisasi sarang laba-laba memerlukan adanya perubahan budaya. Perubahan budaya ini berlaku bagi anggota maupun bagi organisasinya sendiri. Perubahan budaya organisasi sarang laba-laba sertidaknya meliputi beberapa hal berikut. Pertama, visi, misi, nilai dan stategi. Perubahan visi, misi, nilai dan stategi ini merupakan hal yang sangat mendasar (pondasi organisasi).
Kedua Kepemimpinan dan manajemen. Ketiga, pola komunikasi dan pengambilan keputusan. Keempat, desain dan struktur organisasi yang adaptif, integratif, terdesentraliasi. Kelima, perilaku organisasi. Keenam, pengetahuan dan komptensi pengurus. Ketujuh, pemecahan masalah. Kedelapan, kinerja organisasi.
Kesemuanya menunjukan bahwa oragnisasi model sarang laba-laba mengisyarakatkan perlunya keinginan dan kesiapan seluruh komponen organisasi untuk berubah. Bagi IDI, perubahan budaya organisasi menjadi penting karena adanya tuntutan perkembangan global. Namun, hal yang lebih penting lagi karena IDI adalah wadah bagi bangsa dan dokter Indonesia untuk mengharapkan masa depan. Wallahu a’lam bish-shawab.
Organisasi sarang laba-laba memerlukan adanya perubahan budaya. Perubahan budaya ini berlaku bagi anggota maupun bagi organisasinya sendiri. Perubahan budaya organisasi sarang laba-laba sertidaknya meliputi beberapa hal berikut. Pertama, visi, misi, nilai dan stategi. Perubahan visi, misi, nilai dan stategi ini merupakan hal yang sangat mendasar (pondasi organisasi).
Kedua Kepemimpinan dan manajemen. Ketiga, pola komunikasi dan pengambilan keputusan. Keempat, desain dan struktur organisasi yang adaptif, integratif, terdesentraliasi. Kelima, perilaku organisasi. Keenam, pengetahuan dan komptensi pengurus. Ketujuh, pemecahan masalah. Kedelapan, kinerja organisasi.
Kesemuanya menunjukan bahwa oragnisasi model sarang laba-laba mengisyarakatkan perlunya keinginan dan kesiapan seluruh komponen organisasi untuk berubah. Bagi IDI, perubahan budaya organisasi menjadi penting karena adanya tuntutan perkembangan global. Namun, hal yang lebih penting lagi karena IDI adalah wadah bagi bangsa dan dokter Indonesia untuk mengharapkan masa depan. Wallahu a’lam bish-shawab.
(ynt)
Lihat Juga :