BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
Sabtu, 22 Januari 2022 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai catatan, Daryono mengungkap bahwa di Selat Sunda sendiri sudah terjadi sebanyak 10 kali tsunami, baik yang disebabkan oleh gempa maupun oleh erupsi Gunung Krakatau. Untuk yang disebabkan oleh gempa terjadi tahun 1722, 1852 dan 1958. Dan akibat erupsi Krakatau sebanyak 3 kali termasuk yang paling populer tahun 1803.
“Akibat erupsi Krakatau tahun 416, ada di kitab raja-raja namanya Kitab Raja Purwa, kalau enggak salah. 1803 itu letusan yang populer katastropik, selain material tumpah yang kontak dengan air laut, katastropik meletusnya seperti mercon, dan 1928,” kata dia.
Selain itu, Daryono menambahkan, akibat longsoran gunung Krakatau terjadi 4 kali, yakni 1851, 1883, 1889, dan terakhir 2018 kemarin sudah 10 kali. Dia mengakui bahwa dari beberapa kejadian itu ada potensi multihazard, tapi tentu tidak boleh pesimistis karena yang terpenting adalah memetakan mitigasi guna menjamin keselamatan masyarakat.
“Di sana ada potensi multihazard, kita tdk boleh pesimis atas apa yang terjadi, kita perlu memetakan mitigasi yang akhirnya bisa menjamin keselamatan masyarakat, kita akan lakukan,” pungkas Daryono.
“Akibat erupsi Krakatau tahun 416, ada di kitab raja-raja namanya Kitab Raja Purwa, kalau enggak salah. 1803 itu letusan yang populer katastropik, selain material tumpah yang kontak dengan air laut, katastropik meletusnya seperti mercon, dan 1928,” kata dia.
Selain itu, Daryono menambahkan, akibat longsoran gunung Krakatau terjadi 4 kali, yakni 1851, 1883, 1889, dan terakhir 2018 kemarin sudah 10 kali. Dia mengakui bahwa dari beberapa kejadian itu ada potensi multihazard, tapi tentu tidak boleh pesimistis karena yang terpenting adalah memetakan mitigasi guna menjamin keselamatan masyarakat.
“Di sana ada potensi multihazard, kita tdk boleh pesimis atas apa yang terjadi, kita perlu memetakan mitigasi yang akhirnya bisa menjamin keselamatan masyarakat, kita akan lakukan,” pungkas Daryono.
(muh)
Lihat Juga :