Usulan Penambahan Anggaran Pilkada Serentak 2020 Berpotensi Berubah

Kamis, 11 Juni 2020 - 16:10 WIB
loading...
Usulan Penambahan Anggaran...
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan besaran usulan tambahan pusat dan daerah Rp1,41 triliun ini belum termasuk 66 daerah yang proses komunikasinya masih terus berjalan. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Selain penyelenggara pemilu daerah, penyelenggara pemilu pusat yakni, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga mengusulkan penambahan anggaran untuk Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi COVID-19. Adapun besaran anggaran yang diajukan yakni Rp358 miliar. Namun, usulan penambahan ini berpotensi berubah, khususnya dari daerah.

“Sementara untuk KPU Pusat sendiri mengajukan sebanyak Rp129 miliar. Bawaslu meminta tambahan Rp323 miliar. Sedangkan DKPP memerlukan tambahan sebanyak Rp38,9 miliar. Sehingga akumulatif total untuk pusat memerlukan tambahan Rp358 miliar dan daerah Rp1,02 triliun. Totalnya untuk pusat dan daerah dari APBN memerlukan tambahan sebanyak Rp1,41 triliun,” ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat virtual dengan Komisi II DPR, Kamis (11/6/2020). (Baca juga: Mendagri: 204 Daerah Butuh Tambahan Rp1,02 Triliun untuk Pilkada 2020)

Namun, Tito menjelaskan, besaran usulan tambahan pusat dan daerah Rp1,41 triliun ini belum termasuk 66 daerah yang proses komunikasinya masih terus berjalan. KPU pun masih sedang melakukan perhitungan dan komunikasi dengan daerah.

“Ini belum masuk data dari sisa 66 daerah lainnya jadi masih kami komunikasikan mungkin juga KPU sedang melakukan perhitungan juga dan juga sudah banyak melakukan komunikasi,” jelas Tito.

Menurut mantan Kapolri ini, kebutuhan Rp1,41 triliun ini masih mungkin bisa berubah karena masih menunggu revisi Peraturan KPU (PKPU) tentang Protokol Kesehatan. Karena, komunikasi mengenai kebutuhan-kebutuhan dengan KPU dan Bawaslu daerah ini dihitung dengan standar sesuai dengan Rancangan PKPU sebelumnya. Namun, sampai saat ini KPU belum mengeluarkan PKPU terkait protokol kesehatan.

“Kalau nanti PKPU terbaru dikeluarkan dan dengan standar-standar lainnya maka ini dapat mempengaruhi kemungkinan ada tambahan-tambahan dari alat-alat yang mungkin diperlukan lagi,” katanya. (Baca juga: Kemendagri: Tunda Pilkada Hambat Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah)

“Sekali lagi melalui perhitungan kami dari 204 daerah untuk pusat dan daerah baik Bawaslu, KPU dan jajaran dan juga DKPP dan jajaran, total yang diperlukan dukungan dari APBN sebanyak Rp1,41 triliun. Sedangkan yang tersedia di daerah-daerah yang sudah kita bekukan itu sebanyak Rp9,2 triliun,” tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
Kemendagri Gelar Pameran...
Kemendagri Gelar Pameran Batik Guna Perkuat Nilai Kebinekaan pada Generasi Muda
Kemendagri-Korsel Matangkan...
Kemendagri-Korsel Matangkan Pengembangan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112
Kemendagri Beber Strategi...
Kemendagri Beber Strategi Cegah Penyelewengan Dana Desa
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
BSKDN Gelar Rakor Regional...
BSKDN Gelar Rakor Regional di Kendari Perkuat Implementasi Program Prioritas Nasional
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Berita Terkini
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Infografis
Hasil Quick Count Pilkada...
Hasil Quick Count Pilkada Jakarta 2024, Siapa Pemenangnya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved