OTT Hakim dan Panitera PN Surabaya, KY Tawarkan Bantuan ke KPK

Kamis, 20 Januari 2022 - 11:41 WIB
loading...
OTT Hakim dan Panitera PN Surabaya, KY Tawarkan Bantuan ke KPK
Jubir KY Miko Ginting mengatakan pihaknya akan dengan sukarela membantu lembaga antirasuah dalam mengusutan kasus OTT hakim dan panitera PN Surabaya bila memang dibutuhkan. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) angkat bicara terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap hakim dan panitera Pengadilan Negeri Surabaya . OTT itu digelar pada hari Rabu (19/1/2022) kemarin.

Juru Bicara KY Miko Ginting mengatakan pihaknya akan dengan sukarela membantu lembaga antirasuah dalam mengusutan kasus ini bila memang dibutuhkan. Baca juga: Terungkap Identitas Hakim dan Panitera PN Surabaya yang Kena OTT KPK

"Komisi Yudisial senantiasa memantau dan bersedia membantu proses pro justitia ini apabila dibutuhkan," ujar Miko dalam keterangan tertulis, Kamis (20/1/2022).



Dia mengungkapkan sampai saat ini KY masih menunggu perkembangan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK. "Komisi Yudisial meminta semua pihak memberikan kepercayaan kepada proses penegakan hukum yang sedang berlangsung ini," jelasnya.

Sekadar informasi, dalam operasi senyap ini tim penindakan KPK berhasil mengamankan tiga orang. Ketiganya adalah hakim, panitera, dan pengacara.



"Dalam kegiatan tangkap tangan tersebut, sejauh ini KPK mengamankan 3 orang. Di antaranya hakim, panitera dan pengacara," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (20/1/2022).

Selain menangkap tiga orang, tim juga mengamankan uang ratusan juta. Diduga, uang itu merupakan pemulus atau suap untuk panitera dan hakim terkait pengurusan perkara di PN Surabaya. Baca juga: Gempar OTT KPK, Humas PN Surabaya: Semuanya Masih Kaget

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT di Surabaya tersebut. KPK berjanji bakal menginformasikan kembali terkait perkembangan OTT pejabat pengadilan di Surabaya.
(kri)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2219 seconds (10.55#12.26)