Kasus Omicron di Tanah Air Sebanyak 882 Orang, Terbanyak PPLN dari Arab Saudi

Kamis, 20 Januari 2022 - 11:24 WIB
loading...
Kasus Omicron di Tanah Air Sebanyak 882 Orang, Terbanyak PPLN dari Arab Saudi
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan jumlah kasus Omicron di Tanah Air paling banyak dari PPLN asal Arab Saudi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah melaporkan saat ini kasus varian Omicron di Tanah Air sebanyak 882 orang. Di mana dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 710 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) , 161 kasus transmisi lokal dan 11 kasus masih dalam penelusuran atau penyelidikan secara epidemiologi.

“882 kasus ini terdiri dari 710 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 161 transmisi lokal, dan 11 masih dalam penyelidikan epidemiologi,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022). Baca juga: Kasus Omicron di AS Meledak hingga 1 Juta Sehari, Pakar Kesehatan Ungkap Penyebabnya



Nadia mengatakan jumlah kasus Omicron tersebut paling banyak dari PPLN asal Arab Saudi. “PPLN terbanyak asal negara keberangkatan Arab Saudi 128 kasus, Turki 109 kasus, Amerika Serikat 81 kasus, Malaysia 66 kasus, dan Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 54 kasus,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19, Alexander K Ginting mengingatkan transmisi lokal Omicron yang mulai mendominasi.

“Varian Omicron yang sudah mencapai di atas 850-an ini terjadi perubahan konfigurasi, yang tadinya itu didominasi oleh orang yang melakukan perjalanan luar negeri di atas 95%, sekarang itu terbalik transmisi lokal (terbanyak),” kata Alex.



Alex juga mengatakan bahwa kasus Omicron saat ini terbanyak ada di DKI Jakarta. “Dan ini yang tertinggi memang ada di DKI. Oleh karena itu DKI harus memang mempunyai atensi khusus,” paparnya. Baca juga: Omicron Mengganas, RSDC Wisma Atlet Rawat 2.636 Pasien Covid-19

“Di samping untuk mengendalikan Covid-19 secara nasional melalui instrumen PPKM, terus kita juga harus mempunyai atensi di dalam rangka menanggulangi transmisi lokal dari Omicron itu sendiri. Karena kalau kita lihat konfigurasinya yang tadinya ini adalah imported cases, sekarang ini sudah mulai berubah. Di samping imported cases juga sudah terjadi kenaikan transmisi lokal,” papar Alex.
(kri)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2421 seconds (10.101#12.26)