AHY dan LaNyalla Bertemu Bahas Sejumlah Hal Termasuk Presidential Threshold
Rabu, 19 Januari 2022 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi saya tidak suka jika kekuasaan itu dimonopoli. Salah satu contohnya adalah hak kami, sebagai utusan daerah dan golongan dalam mengusung calon presiden sebagaimana dulu diatur sebelum akhirnya dilakukan amandemen konstitusi ternyata kan dikebiri," papar LaNyalla.
Untuk itu, LaNyalla melihat untuk mengurai problematika kebangsaan harus dimulai dari hulu, bukan hilirnya. Amandemen yang dilakukan empat tahap pada 1999-2002 telah membuat masalah selalu ada di negara ini.
"Kita harus kembalikan konstitusi kita kepada UUD 1945 yang asli. Kita ngomongnya Pancasila, pancasila apa. Sila keempat itu sudah tak ada. Voting sekarang, tidak ada musyawarah," ujarnya.
LaNyalla pun berharap AHY dapat berkolaborasi memperjuangkan hal tersebut agar arah perjalanan bangsa ini kembali kepada rel yang dicita-citakan para pendiri bangsa.
"Harapan saya Partai Demokrat terus memperjuangkan PT 0% karena hal itu jelas-jelas bertentangan dengan UUD 1945," papar LaNyalla.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi sejumlah Senator yakni Bustami Zainuddin (Lampung), Fachrul Razi (Aceh), Habib Abdurrahman Bahasyim (Kalsel), Sylviana Murni (DKI Jakarta), Matheus Stefi Pasimanjeku (Maluku Utara) dan Sekretaris Jenderal DPD RI, Rahman Hadi.
Sementara AHY didampingi sejumlah pengurus di antaranya Wakil Ketua MPR Rai Fraksi Demokrat Syarif Hasan, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefki Harsa, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Marwan Cik Hasan, Ketua BPOKK Demokrat Herman Hairon, Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng Anwar Hafid, serta elite Demokrat lainnya yani Sigit Raditya, Andi Timo Pangeran, dan Agus Jovan Latuconsina.
Untuk itu, LaNyalla melihat untuk mengurai problematika kebangsaan harus dimulai dari hulu, bukan hilirnya. Amandemen yang dilakukan empat tahap pada 1999-2002 telah membuat masalah selalu ada di negara ini.
"Kita harus kembalikan konstitusi kita kepada UUD 1945 yang asli. Kita ngomongnya Pancasila, pancasila apa. Sila keempat itu sudah tak ada. Voting sekarang, tidak ada musyawarah," ujarnya.
LaNyalla pun berharap AHY dapat berkolaborasi memperjuangkan hal tersebut agar arah perjalanan bangsa ini kembali kepada rel yang dicita-citakan para pendiri bangsa.
"Harapan saya Partai Demokrat terus memperjuangkan PT 0% karena hal itu jelas-jelas bertentangan dengan UUD 1945," papar LaNyalla.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi sejumlah Senator yakni Bustami Zainuddin (Lampung), Fachrul Razi (Aceh), Habib Abdurrahman Bahasyim (Kalsel), Sylviana Murni (DKI Jakarta), Matheus Stefi Pasimanjeku (Maluku Utara) dan Sekretaris Jenderal DPD RI, Rahman Hadi.
Sementara AHY didampingi sejumlah pengurus di antaranya Wakil Ketua MPR Rai Fraksi Demokrat Syarif Hasan, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefki Harsa, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Marwan Cik Hasan, Ketua BPOKK Demokrat Herman Hairon, Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng Anwar Hafid, serta elite Demokrat lainnya yani Sigit Raditya, Andi Timo Pangeran, dan Agus Jovan Latuconsina.
(maf)
Lihat Juga :