Disegani! PM Singapura Akui Kehebatan Jenderal Asisten Pribadi Soeharto Ini
Rabu, 19 Januari 2022 - 05:24 WIB
loading...
A
A
A
Dia piawai dalam bernegosiasi dan menyatukan berbagai kelompok dari latar belakang berbeda dalam melaksanakan suatu tugas. Namun, tidak banya literatur yang mengulas tentang kehidupan pribadi Ali Moertopo, ia justru lebih banyak dikenal lewat peranannya dalam pemerintahan Orde Baru.
Direktur Lembaga Riset Kebudayaan Nasional LIPI Dr Alfian menganggap Ali Moertopo adalah tokoh yang kontroversial. Ia melahirkan beberapa ide yang menarik, seperti akselerasi pembangunan dan masa mengambang. Ide itu kontroversial itu mulanya tidak bisa diterima masyarakat tapi kemudian lambat-laun diterima.
Lebih lanjut Dr Alfian menuturkan Ali Moertopo kadang kala melawan arus karena mempunyai sense of purpose (tekad) yang sangat kuat dalam pembangunan bangsa. Bahkan, dia berani mengambil risiko dalam tingkah laku politiknya.
Dalam pengamatan Alfian, Ali Moertopo mempunyai kelebihan mampu keluar dari berbagai krisis politik. "Ia bahkan menjadikan krisis itu sebagai faktor untuk mengembangkan dirinya," tuturnya.
Peristiwa 15 Januari 1974 (Malari) dianggap sebagai contoh. Akibat peristiwa itu, banyak tokoh yang berkurang pengaruhnya atau tersingkir dari percaturan politik nasional.
Namun, Ali Moertopo malah makin menonjol. Dia dianggap memiliki daya tahan tersendiri dan juga tokoh yang multidimensi. Dapat menyesuaikan di mana ditempatkan, tetapi secara menyeluruh keberadaan Ali Moertopo memberikan warna tersendiri dalam kancah perpolitikan Orde Baru.
Direktur Lembaga Riset Kebudayaan Nasional LIPI Dr Alfian menganggap Ali Moertopo adalah tokoh yang kontroversial. Ia melahirkan beberapa ide yang menarik, seperti akselerasi pembangunan dan masa mengambang. Ide itu kontroversial itu mulanya tidak bisa diterima masyarakat tapi kemudian lambat-laun diterima.
Lebih lanjut Dr Alfian menuturkan Ali Moertopo kadang kala melawan arus karena mempunyai sense of purpose (tekad) yang sangat kuat dalam pembangunan bangsa. Bahkan, dia berani mengambil risiko dalam tingkah laku politiknya.
Dalam pengamatan Alfian, Ali Moertopo mempunyai kelebihan mampu keluar dari berbagai krisis politik. "Ia bahkan menjadikan krisis itu sebagai faktor untuk mengembangkan dirinya," tuturnya.
Peristiwa 15 Januari 1974 (Malari) dianggap sebagai contoh. Akibat peristiwa itu, banyak tokoh yang berkurang pengaruhnya atau tersingkir dari percaturan politik nasional.
Namun, Ali Moertopo malah makin menonjol. Dia dianggap memiliki daya tahan tersendiri dan juga tokoh yang multidimensi. Dapat menyesuaikan di mana ditempatkan, tetapi secara menyeluruh keberadaan Ali Moertopo memberikan warna tersendiri dalam kancah perpolitikan Orde Baru.
Lihat Juga :