Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Selasa, 18 Januari 2022 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian di Australia, kata Tjandra bahwa Australian Technical Advisory Group on Immunization ATAGI memberi rekomendasi penggunaan vaksin Moderna dan Pfizer sebagai booster. “Pihak otoritas kesehatan Australia baru akan menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai booster pada mereka yang vaksin primernya adalah AstraZeneca dan ada dalam kontraindikasi untuk mendapat booster dengan vaksin mRNA,” ujarnya.
Secara umum, kata Tjandra, pada dasarnya pemberian booster dengan vaksin mRNA memang untuk meningkatkan antibodi yang disebut imunitas humoral, dan juga mengaktifkan sel T yang dikenal dengan imunitas seluler. Beberapa negara juga menggunakan vaksin Moderna setengah dosis untuk pemberian booster karena efek proteksi boosternya tetap terjamin baik, dan tentunya juga jadinya dapat mencakup lebih banyak orang. “Kebijakan di negara kita tentu sudah berdasar kajian oleh BPOM, ITAGI, dan Kemenkes,” kata Tjandra.
Dia menjelaskan vaksinasi booster diberikan pada mereka yang sudah selesai mendapatkan vaksinasi Covid-19 primer dimana dalam perjalanan waktu ternyata imunitas dan perlindungan kliniknya menjadi berkurang dan menjadi tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. “Booster bertujuan mengembalikan efektifitas vaksin sehingga membaik kembali,” ucapnya.
Diketahui, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mencatat setidaknya ada 126 negara saat ini di dunia yang telah memberikan rekomendasi vaksin booster Covid-19, salah satunya Indonesia. Pemerintah telah memulai melakukan vaksinasi booster pada 12 Januari 2022.
Secara umum, kata Tjandra, pada dasarnya pemberian booster dengan vaksin mRNA memang untuk meningkatkan antibodi yang disebut imunitas humoral, dan juga mengaktifkan sel T yang dikenal dengan imunitas seluler. Beberapa negara juga menggunakan vaksin Moderna setengah dosis untuk pemberian booster karena efek proteksi boosternya tetap terjamin baik, dan tentunya juga jadinya dapat mencakup lebih banyak orang. “Kebijakan di negara kita tentu sudah berdasar kajian oleh BPOM, ITAGI, dan Kemenkes,” kata Tjandra.
Dia menjelaskan vaksinasi booster diberikan pada mereka yang sudah selesai mendapatkan vaksinasi Covid-19 primer dimana dalam perjalanan waktu ternyata imunitas dan perlindungan kliniknya menjadi berkurang dan menjadi tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. “Booster bertujuan mengembalikan efektifitas vaksin sehingga membaik kembali,” ucapnya.
Diketahui, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mencatat setidaknya ada 126 negara saat ini di dunia yang telah memberikan rekomendasi vaksin booster Covid-19, salah satunya Indonesia. Pemerintah telah memulai melakukan vaksinasi booster pada 12 Januari 2022.
(rca)
Lihat Juga :