Mahfud MD: Sebagian Barang Pengadaan Satelit Kemhan Diduga Selundupan

Selasa, 18 Januari 2022 - 04:39 WIB
loading...
Mahfud MD: Sebagian...
Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap sebagian barang yang diterima Kemhan dari Navayo saat pengadaan satelit slot orbit 123 Bujur Timur, merupakan selundupan. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap sebagian barang yang diterima Kementerian Pertahanan (Kemhan) dari Navayo, saat pengadaan satelit slot orbit 123 Bujur Timur, merupakan selundupan. Dugaan itu merupakan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Karena tidak ditemukan dokumen Pemberitahuan Impor Barang di Bea Cukai," ujar Mahfud, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Kasus Satelit Kemhan, Mahfud Pastikan Indonesia Sudah Bayar Rp515 Miliar ke Avanti

Adapun sebagian barang lagi memang dilengkapi dengan dokumen. Nominalnya, jika diakumulasikan ke nilai tukar Indonesia berjumlah Rp1, 9 miliar.

"Barang yang dilengkapi dengam dokumen hanya bernilai sekitar atau sekitar USD132.000," katanya.

Baca juga: Bongkar Kasus Proyek Satelit Kemhan, Mahfud MD: Ada yang Menghambat Dibuka Secara Jelas

Dia menuturkan lebih jauh, pada tahun 2022 lalu Pemerintah Indonesia menerima tagihan lagi dari Navayo. Menurutnya, jumlah tagihan itu mencapai USD21 juta.

Mahfud mengaku menghargai seluruh pendapat yang dilontarkan masyarakat, baik itu pro maupun kontra dalam penanganan kasus ini. Oleh karenanya, dia meminta agar seluruh pihak mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

"Saat ini kita ikuti saja proses hukum yang sedang berlangsung sesuai dengan ketentuan hukum," pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Disalatkan, Jenazah...
Disalatkan, Jenazah Ryamizard Ryacudu Akan Dimakamkan di TMPN Kalibata Besok
Ryamizard Ryacudu Wafat,...
Ryamizard Ryacudu Wafat, Kemhan: Dedikasi hingga Kontribusinya Akan Terus Dikenang
Isu Bandara Kertajati...
Isu Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer Amerika, Kemhan: Belum Ada Putusan Final
Pengadaan Alutsista...
Pengadaan Alutsista TNI Harus Didukung Anggaran Perawatan dan Inhan Dalam Negeri
Jepang Tawarkan Kapal...
Jepang Tawarkan Kapal Selam dan Kapal Perang Fregat Mogami ke Indonesia
KRI Canopus-936, Kapal...
KRI Canopus-936, Kapal Survei Canggih TNI AL yang Bisa Deteksi Ranjau Laut dan Jalur Kapal Selam
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Satelit N5 Sasar Daerah...
Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Teknologi Satelit Jadi...
Teknologi Satelit Jadi Solusi Konektivitas Digital di Kawasan Timur Indonesia
Rekomendasi
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Mahfud MD: Perilaku...
Mahfud MD: Perilaku Hedon dan Flexing Kaesang-Erina Harus Diselidiki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved