Pilih Aktivitas Minim Risiko

Kamis, 11 Juni 2020 - 06:23 WIB
loading...
A A A
Sebagian laporan menyebutkan penyebaran Covid-19 juga terjadi di gereja. Matthew Sims, ahli penyakit menular dari Beaumont Health, mengatakan risiko penyebaran virus di tempat ibadah dapat dikurangi dengan mengatur tempat duduk, mengenakan masker, dan bersih. Aktivitas seperti bernyanyi juga diimbau dihindari.

Para ahli sepakat sebagian besar aktivitas rekreasional di luar ruangan memiliki risiko rendah, kecuali olahraga seperti basket. Para pemain basket setidaknya akan melakukan kontak fisik untuk menghadang lawan. Mereka juga tidak mungkin merasa nyaman menggunakan masker selama bermain di lapangan.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas dr Reisa Broto Asmoro mengakui bahwa jaga jarak atau physical distancing bisa menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 85%. “Agar kita semua tetap produktif, kami mengajak semua pihak untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, kemarin.

Protokol kesehatan, kata Reisa, harus diterapkan dan dipatuhi di semua sektor. Dia mengungkapkan, dari sebuah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah Lancet menunjukkan bahwa physical distancing atau jaga jarak yang aman adalah sampai 1 meter. Jaga jarak merupakan langkah pencegahan terbaik dalam menurunkan transmission rateatau angka penularan. “Terutama ketika berada di ruang publik seperti transportasi umum,” ungkapnya. (Baca juga: Langgar Karantina di Spanyol, Pangeran Belgia Didenda Rp167 Juta)

Reisa mengatakan, Covid-19 menular melalui droplets atau percikkan air liur, maka wajib bagi masyarakat untuk menggunakan masker, terutama ketika menggunakan transportasi. Serta, hindari kerumunan yang membatasi ruang gerak. “Ingat jaga jarak tadi yang aman minimal 1 meter dari orang lain. Jika hal ini tidak dapat dilakukan, pertimbangkan untuk menggunakan transportasi lain,” tegasnya.

Merujuk jurnal ilmiah Lancet, jika masing-masing menaati protokol ini, maka angka penularan komunitas dapat ditekan sampai hampir ke angka nol. Dengan begitu, adaptasi kebiasaan baru menuju aman Covid-19 dan produktif akan semakin cepat dan mudah dilakukan.

Presiden Joko Widodo Jokowi memperingatkan bahwa ancaman Covid-19 akan terus ada. Hal ini terjadi karena kondisi perkembangan Covid-19 masih dinamis. Ini ditandai degan ada daerah yang kasus barunya turun, tapi juga ada daerah yang kasus barunya meningkat. Demikian pula ada daerah yang juga kasusnya sudah nihil.

Dia memperingatkan bahwa jangan sampai terjadi gelombang kedua Covid-19. Dia meminta jajarannya waspada. “Jangan sampai terjadi gelombang kedua, the second wave. Jangan sampai terjadi lonjakan. Ini yang ingin saya ingatkan kepada kita semuanya,” ungkapnya saat berkunjung ke Kantor Gugus Tugas di Graha BNPB kemarin.

Menurutnya, situasi ini akan terus dihadapi sampai vaksin ditemukan. Bahkan sampai benar-benar dapat dipastikan vaksin tersebut bisa digunakan secara efektif. “Karena kalau vaksinnya sudah ketemu, itu masih harus ada uji klinis, uji lapangan, kemudian juga masih harus diproduksi yang memerlukan waktu. Oleh sebab itu, kita harus beradaptasi dengan Covid-19,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved