Prabowo Disuntik Booster Vaksin Nusantara, Ketua Satgas Covid-19 IDI: No Comment
Jum'at, 14 Januari 2022 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
"No comment…," cuit Ketua Satgas Covid-19 PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban melalui akun resmi Twitternya, Jumat (14/1/2022).
Meski belum mendapatkan izin penggunaan dari BPOM, tapi sejumlah pejabat sudah banyak yang disuntik Vaksin Nusantara. Selain Prabowo Subianto, ada juga nama-nama besar lainnya, seperti mantan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay.
Mengutip dari situs resmi Kemenkes, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan bahwa vaksin Nusantara dapat diakses oleh masyarakat dalam bentuk pelayanan berbasis penelitian secara terbatas.
Baca juga: Disuntik Booster Vaksin Nusantara, Prabowo Berharap Indonesia Keluar dari Pandemi
Penelitian tersebut berdasarkan nota kesepahaman atau MoU antara Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan TNI Angkatan Darat pada April lalu terkait dengan 'Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2'.
"Masyarakat yang menginginkan vaksin Nusantara atas keinginan pribadi nantinya akan diberikan penjelasan terkait manfaat hingga efek sampingnya oleh pihak peneliti. Kemudian, jika pasien tersebut setuju, maka vaksin Nusantara baru dapat diberikan atas persetujuan pasien tersebut," kata Nadia pada 28 Agustus 2021.
Meski belum mendapatkan izin penggunaan dari BPOM, tapi sejumlah pejabat sudah banyak yang disuntik Vaksin Nusantara. Selain Prabowo Subianto, ada juga nama-nama besar lainnya, seperti mantan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay.
Mengutip dari situs resmi Kemenkes, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan bahwa vaksin Nusantara dapat diakses oleh masyarakat dalam bentuk pelayanan berbasis penelitian secara terbatas.
Baca juga: Disuntik Booster Vaksin Nusantara, Prabowo Berharap Indonesia Keluar dari Pandemi
Penelitian tersebut berdasarkan nota kesepahaman atau MoU antara Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan TNI Angkatan Darat pada April lalu terkait dengan 'Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2'.
"Masyarakat yang menginginkan vaksin Nusantara atas keinginan pribadi nantinya akan diberikan penjelasan terkait manfaat hingga efek sampingnya oleh pihak peneliti. Kemudian, jika pasien tersebut setuju, maka vaksin Nusantara baru dapat diberikan atas persetujuan pasien tersebut," kata Nadia pada 28 Agustus 2021.
Lihat Juga :