Pengurus Sudah Terbentuk, Pengamat Nilai PBNU Makin Inklusif
Rabu, 12 Januari 2022 - 23:54 WIB
loading...
A
A
A
Septa menjelaskan, NU lebih tepat menjadi kekuatan inklusif ketimbang ekslusif. Jika menjadi kekuatan ekslusif, NU justru menjadi kecil.
"Kekuatan inklusif seperti garam yang ada rasanya, tapi enggak kelihatan dan menggarami semua aspek politik. Jika dipaksa menjadi kekuatan ekslusif, NU menjadi kecil. Ya jadinya sebanyak suara PKB itu. Ibarat raksasa besar yang selama ini dipaksa pakai baju kecil, yaitu PKB. Pasti akan robek," jelasnya.
Namun menurut Septa, yang perlu menjadi catatan adalah posisi sekretaris jenderal yang diisi oleh Saifullah Yusuf yang merupakan kepala daerah aktif.
"Gus Ipul itu kan wali kota. Aktifitasnya banyak di daerah. Ini mesti diantisipsi," pungkasnya.
Berikut sejumlah nama yang masuk dalam pengurus PBNU periode 2022-2027 di bawah Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf. Di antaranya Saifullah Yusuf, Nusron Wahid, Khofifah Indar Parawansa, Alissa Qotrunnada, Mardani Maming, Ahmad Mustofa Bisri, Miftachul Akhyar (Rais Aam), HM Asorun Ni'am Sholeh, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, KH Ahmad Said Asrori, dan lainnya.
"Kekuatan inklusif seperti garam yang ada rasanya, tapi enggak kelihatan dan menggarami semua aspek politik. Jika dipaksa menjadi kekuatan ekslusif, NU menjadi kecil. Ya jadinya sebanyak suara PKB itu. Ibarat raksasa besar yang selama ini dipaksa pakai baju kecil, yaitu PKB. Pasti akan robek," jelasnya.
Namun menurut Septa, yang perlu menjadi catatan adalah posisi sekretaris jenderal yang diisi oleh Saifullah Yusuf yang merupakan kepala daerah aktif.
"Gus Ipul itu kan wali kota. Aktifitasnya banyak di daerah. Ini mesti diantisipsi," pungkasnya.
Berikut sejumlah nama yang masuk dalam pengurus PBNU periode 2022-2027 di bawah Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf. Di antaranya Saifullah Yusuf, Nusron Wahid, Khofifah Indar Parawansa, Alissa Qotrunnada, Mardani Maming, Ahmad Mustofa Bisri, Miftachul Akhyar (Rais Aam), HM Asorun Ni'am Sholeh, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, KH Ahmad Said Asrori, dan lainnya.
(maf)
Lihat Juga :