KH Miftachul Akhyar: Jangankan Ketum MUI, Rais Aam pun Kalau Diminta Saya Lepas

Rabu, 12 Januari 2022 - 19:26 WIB
loading...
KH Miftachul Akhyar:...
KH Mitfachul Akhyar siap melepaskan salah satu jabatan di PBNU dan MUI bila hal itu menjadi keputusan organisasi. Foto: MNC/Widya Michella
A A A
JAKARTA - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) KH Miftahul Akhyar buka suara soal rangkap jabatannya sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ). Sebagai ketua umum MUI, Kiai Miftach mengatakan bahwa jabatannya di PBNU adalah amanah dan memang tidak dilarang AD/ART MUI.

Hal ini disampaikan merespons permintaan PWNU Riau agar Kiai Miftach tidak perlu mundur dari MUI. "PWNU Riau meminta PBNU tetap Rais Aam Kiai Miftachul Akhyar, Rais Aam dan ketua umum MUI. Jadi pandangan saya ke beliau (Kiai Miftachul Akhyar) karena MUI adalah kumpulan ormas-ormas Islam. Jadi tidak perlu beliau mengundurkan diri dari (ketum) MUI," kata Ketua PWNU Riau T Rusli Ahmad saat dihubungi, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Saifullah Yusuf Sekjen PBNU, Mardani Maming Bendahara Umum

Kiai Miftach mengaku akan mengikuti apa yang menjadi keputusan PBNU. "Tapi itu permintaan, jawaban saya Sami'na Wa Atho'na. Sekarang bagaimana selanjutnya terserah, jangankan ketua MUI diminta melepaskan di Rais Aam pun kalau diminta saya lepas kalau itu permintaan," kata Miftahul Akhyar saat ditemui wartawan, Rabu (12/1/2022) di kantor PBNU, Jakarta Timur.

Kiai Miftach mengakui selain PWNU, ada pula permintaan dari PW MUI di berbagai daerah agar dirinya bertahan di dua posisi tersebut. ”Dua hal ini agar kita pertimbangkan karena sama-sama tidak melanggar AD/ART yang ada. Tinggal kita melihat mana yang lebih maslahat/manfaat lebih berguna begitu nanti," ucap dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Kiai NU: Penjaga Tradisi...
Kiai NU: Penjaga Tradisi atau Agen Kultural?
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Pesan Iduladha 2026...
Pesan Iduladha 2026 dari Ketum PBNU: Teguhkan Iman, Siap Berkorban demi Masa Depan Lebih Baik
PCNU Cirebon Ajukan...
PCNU Cirebon Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Rekomendasi
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Berita Terkini
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved