Perjuangan 3 Jenderal saat Pendidikan Kopassus, Kulit Kaki Lepas hingga Disiksa Layaknya Tawanan

Selasa, 11 Januari 2022 - 05:29 WIB
loading...
A A A
Setidaknya, ada tiga tahap pembinaan yang harus dilalui para prajurit Komando yakni, tahap basis atau dasar. Pada tahap ini, selama sepuluh minggu semua prajurit Komando termasuk Sutiyoso diajarkan menembak, teknik dan taktik bertempur maupun bantuan tempur, operasi raid dan perebutan cepat, navigasi darat, serangan unit komando, dasar-dasar pertempuran kota dan sebagainya.

Selanjutnya, tahap hutan gunung. Pada tahap ini prajurit Komando akan menghadapi tantangan yang semakin sulit baik alam maupun rekayasa dari para instruktur. Di sini, Sutiyoso diajarkan bagaimana melakukan perang hutan, mendaki serbu, menembak, navigasi, penjejakan dan antipenjejakan serta survival yakni bertahan hidup di kawasan hutan di Situ Lembang. Tanpa bekal, Sutiyoso menjelajah hutan dan gunung di daerah tersebut.

Perjuangan 3 Jenderal saat Pendidikan Kopassus, Kulit Kaki Lepas hingga Disiksa Layaknya Tawanan

Salah satu rute terberat adalah longmarch menyusuri rel kereta api. Foto/Ist

Pada tahap ini, Sutiyoso harus kuat menahan rasa lapar sebab mereka tidak selalu menemukan binatang liar seperti ular sehingga Sutiyoso terpaksa hanya makan daun-daunan dan batang inti pisang untuk mengganjal perut. Tahap ini diakhiri dengan longmarch atau jalan kaki dari Situ Lembang, Bandung ke Pantai Permisan Cilacap yang berjarak 500 kilometer selama 10 hari dengan membawa beban seberat 20 Kg.

Setiap harinya, Sutiyoso harus berjalan sejauh 50 Km melalui hutan. Akibat latihan keras tersebut kedua kaki Sutiyoso bengkak sehingga tidak bisa memakai sepatu lagi dan hanya menggunakan sandal jepit. ”Saya tidak mau menjadi tentara yang tanggung-tanggung. Sudah terlanjut bonyok jadi sekalian saja,” ucap mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini.

Terakhir adalah tahap rawa laut. Selama dua bulan, Sutiyoso dilatih kemampuan patroli ilmu medan rawa dan diuji pembebasan tokoh di kamp tawanan. Pada tahap ini, prajurit Komando setiap hari berenang dan mendayung, praktik pendaratan, survival laut, renang ponco di laut, pelolosan. “Salah satu yang paling edan adalah berenang satu kilometer, penyusupan malam hari dari Cilacap menuju Nusakambangan. Sungguh berat dan menakutkan,” kata Bang Yos panggilan akrab Sutiyoso.

Bukan hanya itu, tahap paling mendebarkan menurut Sutiyoso adalah saat para prajurit Komando satu persatu dilepas di sebuah tempat di Nusakambangan dan harus tiba di save house di Pantai Permisan paling lambat pukul 22.00 WIB. Tanpa bekal apapun, mereka harus menembus segala rintangan baik alam maupun kejaran dari instruktur. Jika tertangkap maka akan dijebloskan ke dalam kamp tahanan, diinterogasi dan disiksa supaya buka mulut. ”Persis seperti perang sungguhan. Pada fase pelolosan hanya mereka yang tertangkap saja yang merasakan siksaan sebagai tawanan,” kenang Sutiyoso.

Setelah fase pelolosan, dilanjutkan dengan kamp tawanan. Selama tiga hari tiga malam seluruh calon prajurit Komando diinterogasi dan disiksa sehingga merasakan bagaimana menjadi tawanan. Mereka yang lolos akan mendapatkan Baret Merah, baju loreng darah mengalir dan pisau Komando.

“Latihan di Nusakambangan merupakan latihan tahap akhir, ada yang menyebutnya sebagai hell week atau minggu neraka. Yang paling berat, materi latihan pelolosan dan kamp tawanan,” kata Pramono dalam buku biografinya “Pramono Edhie Wibowo dan Cetak Biru Indonesia ke Depan yang diterbitkan QailQita Publishing 2014”.

Perjuangan 3 Jenderal saat Pendidikan Kopassus, Kulit Kaki Lepas hingga Disiksa Layaknya Tawanan


Hal yang sama diceritakan Menteri Pertahanan (Menhan) Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto. Bahkan saking kerasnya pendidikan yang dijalaninya, Prabowo mengaku bisa tertidur sambil berjalan. Menurutnya, saat menempuh pendidikan Kopassus, dirinya dilatih untuk bisa tidur di mana saja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Aksi Spontan Prabowo...
Aksi Spontan Prabowo Sapa Prajurit Penjaga Ujung Utara Indonesia di Miangas
Rekomendasi
Amanda Manopo Ungkap...
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Jadi Ibu Baru, Baby Zac Alergi Susu hingga Ikan
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Berita Terkini
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved