Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Makin Bersaing Ketat
Minggu, 09 Januari 2022 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
Lebih jauh, Burhanuddin menyampaikan bahwa pihaknya mencoba mengukur elektabilitas dari tiga nama tokoh yang selalu menduduki peringkat teratas. Hasilnya, dari keseluruhan responden masih menjatuhkan pilihannya kepada Prabowo Subianto.
"Ini adalah elektabilitas capres dengan simulasi 3 nama," katanya sambil menunjuk grafik dari materi yang dipaparkannya.
Dalam simulasi ini, elektabilitas Prabowo Subianto sebesar 35,4%. Sementara, terpaut tipis di peringkat kedua nama Ganjar Pranowo dengan elektabilitas sebesar 31,6%. Sementara, Anies Baswedan elektabilitasnya masih berada di angka 24,4%.
Baca juga: Tiga Anak Buah Prabowo Meraba Peta Pilpres hingga Pilgub DKI 2024
Untuk diketahui, survei Indikator ini dilakukan pada periode 6-11 Desember 2021 kemarin. Adapun, survei menggunakan metode multistage random sampling. Sementara, total sampel 2.020 responden dengan jumlah sapel basis sebanyak 1.220 orang tersebar proporsional di 34 provinsi serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesahalan (margin of error) sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
"Ini adalah elektabilitas capres dengan simulasi 3 nama," katanya sambil menunjuk grafik dari materi yang dipaparkannya.
Dalam simulasi ini, elektabilitas Prabowo Subianto sebesar 35,4%. Sementara, terpaut tipis di peringkat kedua nama Ganjar Pranowo dengan elektabilitas sebesar 31,6%. Sementara, Anies Baswedan elektabilitasnya masih berada di angka 24,4%.
Baca juga: Tiga Anak Buah Prabowo Meraba Peta Pilpres hingga Pilgub DKI 2024
Untuk diketahui, survei Indikator ini dilakukan pada periode 6-11 Desember 2021 kemarin. Adapun, survei menggunakan metode multistage random sampling. Sementara, total sampel 2.020 responden dengan jumlah sapel basis sebanyak 1.220 orang tersebar proporsional di 34 provinsi serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesahalan (margin of error) sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
(abd)
Lihat Juga :