Kasus Omicron Bertambah 57 Jadi 318 Orang, Paling Banyak dari Jakarta
Sabtu, 08 Januari 2022 - 19:48 WIB
loading...
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Widyawati mengatakan, kasus positif Omicron di Indonesia bertambah 57 jadi totalnya 318 orang. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, kasus konfirmasi Omicron kembali bertambah. Pada Jumat, 7 Januari 2022 tercatat terjadi penambahan kasus sebanyak 57 orang. Dengan begitu, total konfirmasi Omicron sebanyak 318 orang.
"Kebanyakan orang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan. Artinya dengan vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan akibat Covid-19," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/1/2022).
Namun, menurut Widiyawati, upaya vaksinasi saja tidak cukup, harus dibarengi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini penting dilakukan untuk menjamin seseorang aman dari tertular maupun menularkan Covid-19 kepada orang lain.
Baca juga: Kasus Omicron Bertambah Jadi 318 Orang, Kemenkes Imbau Perketat Prokes
Widiyawati menjelaskan, penambahan 57 orang itu terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri. Secara keseluruhan dari awal kasus Omicron pada Desember 2021 hingga Jumat, 7 Januari 2022 kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.
Baca juga: Update Covid-19: Sebanyak 4.265.666 Positif, 4.115.747 Sembuh, dan 144.127 Meninggal
Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19. Sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta. "Selanjutnya sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti diabetes melitus dan hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen," kata Widiyawati.
"Kebanyakan orang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan. Artinya dengan vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan akibat Covid-19," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/1/2022).
Namun, menurut Widiyawati, upaya vaksinasi saja tidak cukup, harus dibarengi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini penting dilakukan untuk menjamin seseorang aman dari tertular maupun menularkan Covid-19 kepada orang lain.
Baca juga: Kasus Omicron Bertambah Jadi 318 Orang, Kemenkes Imbau Perketat Prokes
Widiyawati menjelaskan, penambahan 57 orang itu terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri. Secara keseluruhan dari awal kasus Omicron pada Desember 2021 hingga Jumat, 7 Januari 2022 kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.
Baca juga: Update Covid-19: Sebanyak 4.265.666 Positif, 4.115.747 Sembuh, dan 144.127 Meninggal
Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19. Sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta. "Selanjutnya sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti diabetes melitus dan hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen," kata Widiyawati.
Lihat Juga :