Kasus Omicron Bertambah Jadi 318 Orang, Kemenkes Imbau Perketat Prokes
Sabtu, 08 Januari 2022 - 19:29 WIB
loading...
Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengimbau agar masyarakat memperketat protokol kesehatan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan, kasus konfirmasi Covid-19 varian Omicron kembali bertambah. Pada Jumat, 7 Januari 2022, pemerintah mencatat penambahan kasus sebanyak 57 orang. Sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 318 orang.
Penambahan 57 orang itu terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri. "Secara keseluruhan dari awal kasus Omicron pada Desember 2021 hingga Jumat, 7 Januari 2022 kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang," kata Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (8/1/2022).
Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19. Dia juga menjelaskan, sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala.
Baca juga: Update Covid-19: Sebanyak 4.265.666 Positif, 4.115.747 Sembuh, dan 144.127 Meninggal
Menurut dia, 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti diabetes melitus dan hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen. Kebanyakan orang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan. "Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk dan pilek," kata dia.
Penambahan 57 orang itu terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri. "Secara keseluruhan dari awal kasus Omicron pada Desember 2021 hingga Jumat, 7 Januari 2022 kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang," kata Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (8/1/2022).
Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19. Dia juga menjelaskan, sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala.
Baca juga: Update Covid-19: Sebanyak 4.265.666 Positif, 4.115.747 Sembuh, dan 144.127 Meninggal
Menurut dia, 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti diabetes melitus dan hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen. Kebanyakan orang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan. "Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk dan pilek," kata dia.
Lihat Juga :