Prabowo dan Luhut, 2 Bintang Kopassus Dipercaya LB Moerdani Dirikan Detasemen Antiteror

Kamis, 06 Januari 2022 - 06:50 WIB
loading...
A A A
Setelah kebersamaan yang cukup melekat, keduanya kemudian berpisah. Luhut melanjutkan Sekolah Staf dan Komando ABRI, sementara Prabowo menjalani Kursus Lanjutan Perwira. "Kami berpisah dan jarang lagi bertugas bersama, tetapi kami saling menghormati walaupun kadang-kadang perbedaan pandangan tapi di ujungnya kita selalu bersatu untuk kepentingan merah putih,” ucapnya.

Prabowo mengakui sempat berseberangan dalam pandangan politik. Namun, kini keduanya duduk di pemerintahan untuk membela panji Merah Putih. "Setelah pensiun, kita pernah berada di posisi politik yang berseberangan tapi kita saling menghormati dan selalu pada ujungnya bisa mencari titik-titik kerja sama untuk Merah Putih,” cerita Prabowo.

Kebersamaan Prabowo dan Luhut di Kopassus juga diceritakan mantan mantan Danjen Kopassus Letnan Jenderal TNI (Purn) Sintong Panjaitan. Pada awal 1979 Benny Moerdani memanggil dirinya dan menyampaikan analisisnya mengenai kemungkinan ancaman teroris. Dalam buku yang ditulis Julius Pour, berjudul “Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan” Benny menyebut ancaman teroris tersebut muncul dalam bentuk pembajakan pesawat. Apalagi, di era 1970 an, aksi pembajakan pesawat dan penyanderaan seringkali dilakukan para teroris di berbagai negara. Cara tersebut dinilai efektif bagi teroris untuk menarik perhatian dunia internasional.

Prabowo dan Luhut, 2 Bintang Kopassus Dipercaya LB Moerdani Dirikan Detasemen Antiteror


Jenderal Kopassus ini kemudian meminta Sintong untuk menyiapkan sebuah pasukan khusus antiteror. Tidak hanya itu, Sintong juga diminta membuat bahan perbandingan dengan pasukan antiteror di negara lain. Sintong kemudian diberi kesempatan untuk mempelajari pasukan penanggulangan antiteror di luar negeri. Salah satunya dengan mengikuti latihan di Special Air Service (SAS) Angkatan Darat Kerajaan Inggris di Hereford. Sintong juga diminta mengikuti latihan di Korps Commandotroopen (KCT) Angkatan Darat Kerjaan Belanda dan melihat langsung latihan pasukan khusus antiteror Korea Selatan.

Tidak hanya itu, Benny juga memanggil Mayor Infanteri Luhut Binsar Pandjaitan dan Kapten Infanteri Prabowo Subianto untuk mengikuti sekolah antiteror di Jerman Barat. “Letjen TNI Leonardus Benjamin Moerdani, Asisten Intelijen Hankam/Kepala Pusat Intelijen Strategis/Asisten Intelijen Kopkamtib memberi arahan agar dirinya tidak mengikuti latihan antiteror di Amerika Serikat. Alasan utamanya, Amerika Serikat lebih mengutamakan keunggulan teknologi sehingga dapat menyebabkan personelnya menjadi manja,” ujar Sintong dalam bukunya berjudul “Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando”.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Prajurit Tewas dan...
1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Berita Terkini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved