Wali Kota Bekasi Ditangkap KPK, Menteri Tjahjo Bilang Begini

Rabu, 05 Januari 2022 - 20:19 WIB
loading...
Wali Kota Bekasi Ditangkap...
Menpan RB Tjahjo Kumolo prihatin dengan kasus OTT Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Tjahjo menilai, ini sebagai peringatan seluruh ASN dan dirinya sendiri. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menpan RB Tjahjo Kumolo prihatin dengan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menimpa Wali Kota Bekasi , Rahmat Effendi. Tjahjo menilai, ini sebagai peringatan seluruh ASN, tak terkecuali dirinya sendiri.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Ditangkap KPK, Pernah Unggah Harapan 2022 Ingin Lebih Baik

Dalam pernyataannya, Tjahjo mengutip hasil Survei Penilaian Integritas Nasional (SPI) yang merupakan hasil kerja sama Kemenpan RB dan KPK.

Baca juga: OTT Wali Kota Bekasi, Waketum Partai Golkar: Tunggu Pengumuman Resmi KPK

Dia menyayangkan skor hasil indeks SPI yang menyentuh 72,4 persen ternyata masih membuktikan adanya OTT di tataran kepala daerah.

"Jadi wajar dan memungkinkan ada OTT tiap hari. Ini yg bikin saya prihatin", ujarnya kepada MNC Portal, Rabu (5/1/2022).

Dia berujar, dengan adanya OTT Wali Kota Bekasi ini sebagai peringatan kepada seluruh jajaran birokrasi pemerintahan. "(Saya) harus hati-hati pada diri saya dan teman-teman pejabat ASN", jelasnya.

Hasil survei indeks SPI di-launching pada pada 23 Desember 2021 oleh KPK dan Kemenpan RB. Skor Indeks Integritas Nasional SPI 72,43 tersebut di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 yakni 70.

Adapun SPI 2021 dilakukan terhadap 98 kementerian/lembaga, 34 provinsi, dan 508 kabupaten/kota dengan responden sebanyak 255.010 orang.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Dana Rampasan Rp153,6...
Dana Rampasan Rp153,6 Miliar Kembali ke TASPEN, Buah Manis Sinergi dengan KPK
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
KPK Pajang Ducati Noel...
KPK Pajang Ducati Noel dan Aset Mewah Lain dari Kasus K3
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Rekomendasi
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Berita Terkini
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved