Soal Kenaikan Gaji Pimpinan KPK, ICW: Bukan Waktunya Memikirkan Diri Sendiri

Rabu, 10 Juni 2020 - 08:08 WIB
loading...
Soal Kenaikan Gaji Pimpinan...
Pembahasan intensif antara Kemenkumham dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait rencana kenaikan gaji pimpinan lembaga antikorupsi itu masih dilanjutkan. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Pembahasan intensif antara Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait rencana kenaikan gaji pimpinan lembaga antikorupsi itu masih dilanjutkan. Meskipun sebelumnya isu ini sempat redup, namun diam-diam pembahasan ini terus berlanjut.

Menanggapi itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut pembahasan kenaikan gaji Pimpinan KPK saat ini dinilai tidak tepat karena pandemi COVID-19 masih berlangsung. (Baca juga: Pembahasan RPP Gaji Pimpinan KPK Masih Berlanjut)

"Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Indonesia tengah berada di situasi pelik akibat wabah COVID-19. Semestinya sebagai pejabat publik para Pimpinan KPK memahami dan menyadari bahwa penanganan wabah COVID-19 di Indonesia membutuhkan alokasi dana yang luar biasa besar," ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/6/2020).

Semestinya alokasi difokuskan untuk bantuan sosial atau mempersiapkan alat pendukung kesehatan terlebih dahulu, bukan untuk kepentingan pribadi para Pimpinan KPK.

"Sehingga saat ini bukan waktunya untuk memikirkan diri sendiri dengan permintaan kenaikan gaji tersebut," katanya.

Tidak hanya itu, dilanjutkannya pembahasan kenaikan gaji Pimpinan KPK juga akan menimbulkan potensi terlibat langsung dalam konflik kepentingan. (Baca juga: New Normal, Gugus Tugas Terbitkan Aturan dan Persyaratan Perjalanan Orang)

"Pembahasan kenaikan gaji Pimpinan KPK dengan pihak Kemenkumham menimbulkan potensi kuat terjadinya konflik kepentingan. Pada situasi seperti itu, Pimpinan KPK tidak akan dapat menghitung dan memutuskan secara objektif berapa gaji yang mereka layak dapatkan," tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
Rekomendasi
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Berita Terkini
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Infografis
Kenaikan Gaji Fantastis...
Kenaikan Gaji Fantastis DPRD DKI Disindir Warganet Ramai-Ramai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved