Dituding Kerap Diskreditkan Pemerintah, PKS Sebut Bentuk Kasih Sayang

Rabu, 29 Desember 2021 - 06:47 WIB
loading...
Dituding Kerap Diskreditkan...
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan bahwa peran PKS sebagai partai oposisi atau di luar pemerintah perlu melakukan fungsi pengawasan dan penyeimbang (check and balances). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai keadilan Sejahtera (PKS) yang kerap mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah sering dianggap ingin mendiskreditkan pemerintah bahkan membenci pemerintah. Pasalnya setiap kritik yang dilontarkan dianggap hanya asal beda dengan pemerintah.

Terkait hal ini, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan bahwa peran PKS sebagai partai oposisi atau di luar pemerintah perlu melakukan fungsi pengawasan dan penyeimbang (check and balances). Baca juga: Viral Dokumen Susi Pudjiastuti Jadi Bungkus Gorengan, PKS Sentil Kemendagri

"Sebagai fraksi dan partai oposisi, kami menegaskan kembali untuk memberikan pembelajaran politik, melakukan checks and balances dan tidak untuk mengganggu jalannya roda pemerintahan," ujar Jazuli dalam Kaleidoskop dan Evaluasi Akhir Tahun Fraksi PKS DPR RI tahun 2021 dikutip, Rabu (29/12/2021).

Anggota Komisi I DPR ini menjelaskan jika pemerintah mengambil kebijakan yang berpihak kepada umat dan rakyat serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka PKS pun tidak akan malu untuk mengapresiasi kebijakan tersebut.

Namun, lanjut dia, kalau kebijakan itu melukai perasaan rakyat, mencederai rasa keadilan, dan menggerogoti nilai-nilai kedaulatan NKRI maka PKS tidak akan segan untuk memberikan kritikan-kritikan yang membangun dan solutif. Ini merupakan bentuk kasih sayang PKS.

"Jangan dianggap mendiskreditkan pemerintah dan membenci pemerintah. Tetapi itu merupakan bentuk kasih sayang, sehingga kami betul-betul menjadi bagian yang terlihat perannya, meskipun kami oposisi. Kami akan terus mengajak rakyat Indonesia untuk menjaga NKRI," jelasnya.

Kemudian, Jazuli menuturkan dari total 575 anggota DPR RI, PKS hanya memiliki 50 anggota. Sehingga, wajar jika apa yang disuarakan PKS dalam pengambilan keputusan kandas begitu saja.

"Kami suarakan dengan lantang di mimbar Parlemen, karena jumlahnya hanya 50 orang, terkadang kandas oleh voting mayoritas," ungkap Jazuli.

Padahal, kata Jazuli, telah banyak aspirasi umat dan rakyat disampaikan anggota Fraksi PKS di Parlemen meskipun sebagian besar masyarakat belum mendengar dan mengetahuinya karena PKS sadar bahwa partainya tidak memiliki media massa.

"Sampai saat ini belum memiliki stasiun TV, radio, dan koran. Kami hanya menggunakan relawan yang menggunakan media sosial, tentu ini memiliki keterbatasan," imbuhnya. Baca juga: Mardani Dorong PKS Umumkan Nama Capres Sejak Dini

Akan tetapi, Legislator Dapil Banten ini kembali menegaskan bahwa visi Fraksi PKS harus menjadi yang terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mewujudkan Indonesia berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Suhud Alynudin Ditetapkan...
Suhud Alynudin Ditetapkan Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta Gantikan Khoirudin
Suhud Alynudin Dikabarkan...
Suhud Alynudin Dikabarkan Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta Gantikan Khoirudin, Begini Respons PKS
Rekomendasi
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved