Upgrage Teknologi, KRI Ajak 653 Sukses Lalui Uji Tembak Remote CMS
Senin, 27 Desember 2021 - 20:59 WIB
loading...
Setelah di-upgrade, KRI Ajak kini sudah dilengkapi dengan combat system buatan Len yang terintegrasi dengan senjata meriam 57 mm dan 40 mm. Foto/ist
A
A
A
BANDUNG - TNI AL bersama PT Len menyelesaikan uji tembak meriam 57 mm dan 40 mm KRI Ajak 653. Uji tembak dilakukan dengan menggunakan remote Combat Management System (CMS) di Perairan Masalembu, Jawa Timur.
KRI Ajak baru saja keluar dari pemeliharaan depo (hardepo) atau pemeliharaan perbaikan kapal secara menyeluruh pada Desember 2021 ini. Pada kapal telah dilakukan upgrade hardware dan software CMS Mandhala, serta integrasinya dengan sistem persenjataan, radar, dan sensor-sensor kapal perang.
Setelah di-upgrade, KRI Ajak kini sudah dilengkapi dengan combat system buatan Len yang terintegrasi dengan senjata meriam 57 mm dan 40 mm, radar navigasi, radar surveillance, sensor (electro-optical targeting system) EOTS, gyro vertical, speedlog, hingga sensor arah angin.
Baca juga: TNI AL Menangkan Sengketa Status Tanah Kavling di Pangkalan Jati Depok
Direktur Bisnis & Kerjasama Len, Wahyu Sofiadi mengatakan, uji tembak di Masalembu pada awal Desember berjalan baik. CMS merupakan brainware yang berfungsi melakukan pengolahan data dari berbagai sensor menjadi informasi navigasi, potensi ancaman, serta reaksi yang dapat dilakukan untuk melumpuhkan ancaman tersebut.
CMS juga dapat memberikan visualisasi menyeluruh terhadap situasi taktis pertempuran, menyediakan sarana untuk melakukan reaksi secara efektif dan efisien melalui sistem persenjataan yang dimiliki.
“CMS Mandhala pertama kali digelar di KRI Ajak pada tahun 2014. Sekarang, selain upgrade CMS dan integrasinya dengan sensor dan sistem senjata, Len juga melakukan perbaikan senjata meriam 57 mm, 40 mm, 20 mm, perbaikan radar surveillance, perbaikan dome sonar, dan integrasi pengadaan EOTS,” imbuh Wahyu.
KRI Ajak baru saja keluar dari pemeliharaan depo (hardepo) atau pemeliharaan perbaikan kapal secara menyeluruh pada Desember 2021 ini. Pada kapal telah dilakukan upgrade hardware dan software CMS Mandhala, serta integrasinya dengan sistem persenjataan, radar, dan sensor-sensor kapal perang.
Setelah di-upgrade, KRI Ajak kini sudah dilengkapi dengan combat system buatan Len yang terintegrasi dengan senjata meriam 57 mm dan 40 mm, radar navigasi, radar surveillance, sensor (electro-optical targeting system) EOTS, gyro vertical, speedlog, hingga sensor arah angin.
Baca juga: TNI AL Menangkan Sengketa Status Tanah Kavling di Pangkalan Jati Depok
Direktur Bisnis & Kerjasama Len, Wahyu Sofiadi mengatakan, uji tembak di Masalembu pada awal Desember berjalan baik. CMS merupakan brainware yang berfungsi melakukan pengolahan data dari berbagai sensor menjadi informasi navigasi, potensi ancaman, serta reaksi yang dapat dilakukan untuk melumpuhkan ancaman tersebut.
CMS juga dapat memberikan visualisasi menyeluruh terhadap situasi taktis pertempuran, menyediakan sarana untuk melakukan reaksi secara efektif dan efisien melalui sistem persenjataan yang dimiliki.
“CMS Mandhala pertama kali digelar di KRI Ajak pada tahun 2014. Sekarang, selain upgrade CMS dan integrasinya dengan sensor dan sistem senjata, Len juga melakukan perbaikan senjata meriam 57 mm, 40 mm, 20 mm, perbaikan radar surveillance, perbaikan dome sonar, dan integrasi pengadaan EOTS,” imbuh Wahyu.
Lihat Juga :