Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun

Senin, 27 Desember 2021 - 15:14 WIB
loading...
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang, saat menyampaikan hasil SNPHPN Tahun 2021 di Kantor Kemen PPA, Jakarta Pusat, Senin (27/12/2021). Foto/Riezky Maulana
A A A
JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang menuturkan terjadi penurunan kekerasan terhadap perempuan . Baik itu kekerasan seksual maupun kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangan atau selain pasangan.

Baca juga: Tangani Kekerasan, Polda Papua Kedepankan Pendekatan ke Masyarakat

Hal itu disampaikan Bintang saat menyampaikan hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SNPHPN) Tahun 2021 di Kantor Kemen PPA, Jakarta Pusat, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Rezki Ajak Masyarakat Laporkan Tindak Kekerasan Terhadap Anak

"Secara umum hasil survei pengalaman hidup perempuan nasional 2021 menunjukkan penurunan prevalensi kekerasan terhadap perempuan dibandingkan Tahun 2016 dengan prevalensi selama hidup," tutur Bintang di lokasi.

Kekerasan fisik maupun seksual yang dialami perempuan tahun ini sebesar 26,1 persen. Artinya, kata Bintang, 1 dari 4 perempuan dengan rentang usia 15 hingga 64 tahun mengalami kekerasan oleh pasangan atau selain pasangan.

"Tentu angka ini turun dibandingkan pada Tahun 2016 33,4 persen atau 1 dari 3 perempuan tentang usia 15 hingga 64 tahun," katanya.

Bintang menuturkan, dalam melakukan survei ini pihaknya hanya menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut dia, proses survei mengedepankan sensitivitas terhadap para penyintas lantaran isinya yang sensitif.

"Kekerasan pada perempuan dan anak merupakan isu sensitif yang datanya sulit diperoleh terutama salah satunya berkaitan dengan stiga negatif. Maka penelitian ini juga dilakuakn dengan sensitivitas terhadap penyintas," ucapnya.

Sementara itu, hasil survei pengalaman hidup anak dan remaja tahun 2021 juga menurun dibandingkan survei terakhir pada 2018. Menurutnya, hal itu baik anak laki-laki dan perempuan usia 13 sampai 17 tahun sama-sama mengalami penurunan prevalensi kekerasan.

"Namun pengalaman kekerasan masih lebih banyak dialami oleh anak perempuan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, di Tahun 2021 tercatat ada 34 persen atau 3 dari 10 anak laki-laki dan 41,05 persen atau 4 dari 10 anak perempuan pernah mengalami satu jenis atau lebih kekerasan selama hidupnya. Jumlahnya merujuk pada tentang usia 13 hingga 17 tahun

Jumlah itu pun menurun ketimbang hasil survei 2018 yang tercatat 62,31 persen atau 6 dari 10 anak laki-laki dan 62,75 persen atau 6 dari 10 anak perempuan mengalami satu jenis atau lebih kekerasan selama hidupnya.

"Tak boleh berpuas hati dalam hal ini karena seharusnya tak boleh ada satu pun anak dan perempuan yang mengalami kekerasan apapun alasannya. Ini perlu sinergi dan kolaborasi kita bersama untuk mewujudkan mimpi memberikan perlindungan perempuan dan anak," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko PMK Bentuk Gugus...
Menko PMK Bentuk Gugus Tugas Tata Kelola Daycare Buntut Kasus Little Aresha
TIDAR Desak Pembenahan...
TIDAR Desak Pembenahan Sistem Daycare Nasional Buntut Kekerasan Anak di Little Aresha Yogyakarta
Kekerasan Daycare Yogyakarta...
Kekerasan Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Pemerintah di Lembaga Penitipan Anak
Kekerasan Daycare di...
Kekerasan Daycare di Yogyakarta, Selly PDIP: Tragedi Kegagalan Sistem Perlindungan Anak
Negara dan Rasa Aman...
Negara dan Rasa Aman Anak
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
PNM-Kementerian PPPA...
PNM-Kementerian PPPA Berdayakan Perempuan melalui Pendampingan Usaha di NTT
Rekomendasi
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Berita Terkini
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved