KH Miftachul Akhyar Sebut Dirinya Rais Aam KW 3, Ada Apa?
Kamis, 23 Desember 2021 - 07:44 WIB
loading...
KH Miftachul Akhyar menyebut dirinya sebagai Rais Aam PBNU KW 3. Foto/Widya Michella
A
A
A
JAKARTA - KH Miftachul Akhyar menyebut dirinya sebagai Rais Aam PBNU KW 3. Pasalnya ia mengaku masih merasa kekurangan saat menjabat menjadi Pj Rais Aam sejak tanggal 22 September 2018.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Paparkan 4 Kriteria Rais Aam PBNU
Sebelumnya, Ketua Umum MUI ini mengatakan berakhirnya masa khidmat kepengurusan, di mana yang seharusnya selesai pada tahun 2020. Namun dikarenakan pandemi, para pengurus mendapatkan tambahan waktu kepengurusan sekitar 1,5 tahun.
Baca juga: Jelang Muktamar NU, Keberanian KH Ali Maksum saat Menjadi Rais Aam PBNU Kembali Dikenang
"Tidak terasa pengurus PBNU hasil Muktamar NU ke-33 yang dilaksanakan pada 1-4 Agustus 2015 mendapat bonus kurang lebih 1,5 tahun dan itu telah terlewati," ujar KH Miftachul dalam sambutannya di pembukaan Muktamar ke-34 NU, yang disiarkan secara daring, Rabu (22/12/2021).
"Banyak kekurangan, ketidakcakapan dan ketidakmampuan mengemban amanah yang sangat amat berat ini. Sangat layak mendapat gelar Rais Awam, Rais Aam KW3 dan sebagainya," tambahnya.
Ia berharap, dapat dimaafkan oleh para pendiri (muassis) NU atas segala macam kekurangannya. "Namun semoga para muassis memahami dan memaafkan alfakir ini, amin ya rabbal alamin," tutupnya.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Paparkan 4 Kriteria Rais Aam PBNU
Sebelumnya, Ketua Umum MUI ini mengatakan berakhirnya masa khidmat kepengurusan, di mana yang seharusnya selesai pada tahun 2020. Namun dikarenakan pandemi, para pengurus mendapatkan tambahan waktu kepengurusan sekitar 1,5 tahun.
Baca juga: Jelang Muktamar NU, Keberanian KH Ali Maksum saat Menjadi Rais Aam PBNU Kembali Dikenang
"Tidak terasa pengurus PBNU hasil Muktamar NU ke-33 yang dilaksanakan pada 1-4 Agustus 2015 mendapat bonus kurang lebih 1,5 tahun dan itu telah terlewati," ujar KH Miftachul dalam sambutannya di pembukaan Muktamar ke-34 NU, yang disiarkan secara daring, Rabu (22/12/2021).
"Banyak kekurangan, ketidakcakapan dan ketidakmampuan mengemban amanah yang sangat amat berat ini. Sangat layak mendapat gelar Rais Awam, Rais Aam KW3 dan sebagainya," tambahnya.
Ia berharap, dapat dimaafkan oleh para pendiri (muassis) NU atas segala macam kekurangannya. "Namun semoga para muassis memahami dan memaafkan alfakir ini, amin ya rabbal alamin," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :