Bercelana Pendek dan Kaos Oblong, Jenderal Pemberani Ini Lerai Bentrok Kopassus vs Marinir
Kamis, 23 Desember 2021 - 05:22 WIB
loading...
A
A
A
Di rumah sakit, pria yang pernah menjadi jenderal kesayangan Presiden Soeharto tersebut sempat bertemu Kapten dr Ben Mboi bekas anak buahnya Pasukan Naga saat operasi di Irian. Mboi segera memberi penjelasan singkat tentang keributan tersebut. Beberapa RPKAD berkelahi dengan Tjakrabirawa eks KKO TNI AL, korban jatuh pada kedua pihak.
"Saya tengok ke ruang perawatan. Kira-kira ada tiga RPKAD dan 10 KK0 ngglethak. Terbaring berlumuran darah dikerumuni para petugas kesehatan," ujar Benny dalam buku Benny Tragedi Seorang Loyalis karya Julius Pour dikutip, Kamis (23/12/2021).
Lantas, apa yang dilakukan Benny Moerdani kemudian? Kaya akan pengalaman di medan tempur, membuat dia cepat mengambil tindakan. Benny Moerdani kemudian memutuskan mendatangi markas KKO di kawasan Kwitang.
Belum sempat mengganti seragam, dia datang hanya mengenakan setelan pakaian tenis. Celana pendek dan kaus oblong. Bahkan, Benny Moerdani sama sekali tidak membawa senjata.
Datang bermodalkan keberanian, Benny Moerdani memiliki niat untuk mendamaikan dua satuan pasukan elite ini. Dalam pikirannya bagaimana caranya agar bentrokan ini tidak meluas dan memakan banyak korban.
Di markas KKO, sudah siap pasukan untuk berperang. Dari kejauhan sebagian personel KKO heran menyaksikan seorang sipil berpakaian olahraga berani masuk ke markas pasukan elite yang sedang siap tempur.
Namun di KKO, ternyata masih banyak mantan anak buah Benny Moerdani ketika berperang di Irian Jaya sehingga kedatangannya mudah dikenali. Ketika melangkah masuk Markas KKO, Benny mencari komandan yang berada di lokasi.
"Saya tengok ke ruang perawatan. Kira-kira ada tiga RPKAD dan 10 KK0 ngglethak. Terbaring berlumuran darah dikerumuni para petugas kesehatan," ujar Benny dalam buku Benny Tragedi Seorang Loyalis karya Julius Pour dikutip, Kamis (23/12/2021).
Lantas, apa yang dilakukan Benny Moerdani kemudian? Kaya akan pengalaman di medan tempur, membuat dia cepat mengambil tindakan. Benny Moerdani kemudian memutuskan mendatangi markas KKO di kawasan Kwitang.
Belum sempat mengganti seragam, dia datang hanya mengenakan setelan pakaian tenis. Celana pendek dan kaus oblong. Bahkan, Benny Moerdani sama sekali tidak membawa senjata.
Datang bermodalkan keberanian, Benny Moerdani memiliki niat untuk mendamaikan dua satuan pasukan elite ini. Dalam pikirannya bagaimana caranya agar bentrokan ini tidak meluas dan memakan banyak korban.
Di markas KKO, sudah siap pasukan untuk berperang. Dari kejauhan sebagian personel KKO heran menyaksikan seorang sipil berpakaian olahraga berani masuk ke markas pasukan elite yang sedang siap tempur.
Namun di KKO, ternyata masih banyak mantan anak buah Benny Moerdani ketika berperang di Irian Jaya sehingga kedatangannya mudah dikenali. Ketika melangkah masuk Markas KKO, Benny mencari komandan yang berada di lokasi.
Lihat Juga :