Menebak Siapa yang Berpeluang Memenangkan Muktamar NU

Rabu, 22 Desember 2021 - 10:22 WIB
loading...
Menebak Siapa yang Berpeluang...
Jelang Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU), di Pondok Pesantren Darussaadah Gunungsugih, Provinsi Lampung, sejumlah kandidat kuat mulai bermunculan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jelang Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama ( NU ), sejumlah kandidat kuat mulai bermunculan, mulai dari petahana KH Said Aqil Siradj, KH Yahya Cholil Staquf yang semula menjabat sebagai Katib Am PBNU.

Baca juga: Amankan Muktamar NU, Polri Kerahkan 3.288 Personel

Kemudian ada KH As’ad Said Ali yang juga mantan Waketum PBNU dan mantan Waka BIN RI, lalu KH Marzuki Mustamar yang saat ini menjadi Ketua PWNU Jawa Timur.

Baca juga: Selain Hadiri Muktamar NU, Ini Sejumlah Kegiatan Wapres di Lampung

Lalu siapa yang berpotensi menang dalam pemilihan di Muktamar kali ini?

Dosen Ilmu Politik & International Studies Universitas Paramadina, Jakarta yang juga mantan Ketua Tanfidz PCI-NU Queensland Australia, A Khoirul Umam memberikan analisanya terkait calon Ketua PBNU di Muktamar ke-34 dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Rabu (22/12/2021).

Ia menyebutkan, setidaknya ada beberapa faktor yang berpotensi mempengaruhi arah keputusan pemilik hak suara di Muktamar kali ini.

Pertama, level independensi dan netralitras PWNU, PCNU dan juga PCI-NU dalam menentukan pilihan di pemungutan suara nanti. Kedua, efektivitas kekuatan masing-masing loyalis dalam mendukung calon masing-masing.

Ketiga, pengaruh kekuatan sel-sel ekonomi-politik dari internal Nahdyin yang tersebar di berbagai lini, baik di level state actor maupun non-state actor. Keempat, potensi adanya intervensi kekuatan ekonomi-politik dari pihak eksternal Nahdliyyin, yang mencoba mencari untung dan investasi pengaruh politik dari agenda dukung-mendukung calon Ketum PBNU ke depan.

"Hipotesisnya, jika faktor pertama dan kedua kuat, sedangkan faktor ketiga dan keempat lemah, maka hasil Muktamar NU ke-34 kali ini akan menghasilkan produk keputusan dan kepemimpinan yang lebih genuine dan sesuai aspirasi jamaah Nahdliyyin di nusantara," ujar Khoirul Umam.

Namun sebaliknya, jika faktor pertama dan kedua lemah, sedangkan faktor ketiga dan keempat tinggi, maka hasil Muktamar NU akan lebih ditentukan oleh aliansi kekuatan ekonomi-politik yang mencoba mencari untung dan membangun pengaruh jelang Pemilu 2024 dari otak-atik kepemimpinan Nahdlatul Ulama. Tentu, yang kedua ini, tidak diinginkan semua pihak.

Lalu pertanyaan selanjutnya, siapa yang memiliki peluang lebih besar? Pertama, petahana KH Said Aqil Siradj yang telah memimpin NU selama 10 tahun terakhir, tentu telah membangun akar yang cukup kuat di tingkat wilayah (PWNU), cabang (PCNU) dan juga cabang istimewa (PCI-NU).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Muktamar ke-35 NU: Siapa...
Muktamar ke-35 NU: Siapa Layak Menjadi Rais Aam?
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Rekomendasi
Portugal Tersingkir...
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bruno Fernandes: Timnas Spanyol Layak Menang
Wakil Menteri Sembunyikan...
Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
Berita Terkini
3 Polisi Gugur saat...
3 Polisi Gugur saat Operasi Berantas Narkoba di Katingan, DPR: Usut Tuntas
12 Akademisi Serahkan...
12 Akademisi Serahkan Dokumen Amicus Curiae ke MK, Sebut Bank Tanah Solusi Kebuntuan Agraria
Andalkan Jokowi, PSI...
Andalkan Jokowi, PSI Diprediksi Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah
Menko Pangan Minta Sektor...
Menko Pangan Minta Sektor Lain Tiru Kemenhut dalam Perdagangan Karbon
Anak Indonesia Habiskan...
Anak Indonesia Habiskan Rp4,5 Triliun untuk Membeli Rokok
Calon Manajer Kopdes...
Calon Manajer Kopdes Tak Lagi Latihan Militer, Qodari: Pemerintah Tidak Menutup Mata
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved