Ketimbang Panja, Pembentukan Pansus Garuda Indonesia Dinilai Lebih Efektif
Selasa, 21 Desember 2021 - 01:55 WIB
loading...
A
A
A
Setidaknya, saat ini sudah ada tiga fraksi di DPR yang setuju membentuk Pansus Garuda Indonesia. “Paling tidak tiga fraksi sudah diajak bicara dan setuju untuk dilaksanakan Pansus,” ungkap Ali.
Namun, Ali belum bisa membeberkan tiga fraksi tersebut. Yang jelas, Fraksi NasDem bakal mengusulkan pembentukan Pansus Garuda Indonesia pada masa sidang mendatang. “Menurut saya fraksi yang tidak terlibat juga akan mendukung,” terang Ali.
Dia pun berharap kedepan semakin banyak fraksi di DPR yang mendukung dibentuknya Pansus Garuda Indonesia. “Kami melihat permasalahan di Garuda bukan hanya manajemen tapi konspirasi jahat yang dijadikan bancakan kelompok-kelompok tertentu,” kata Ali.
Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem ini juga membeberkan polemik atau permasalahan yang ada di Garuda Indonesia tidak berdiri sendiri dan telah muncul sejak lama. Ali mencontohkan kasus korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Kemudian pernyataan Rolls Royce yang menyebutkan adanya upaya penyogokan, penyuapan, dan lain-lain.
Masalah lain, lanjut Ali, Garuda Indonesia memutus kontrak sewa 12 pesawat Bombardier CRJ 1000. Pemutusan kontrak lantaran biaya sewa dan perawatan yang terlalu mahal.
Namun, Ali belum bisa membeberkan tiga fraksi tersebut. Yang jelas, Fraksi NasDem bakal mengusulkan pembentukan Pansus Garuda Indonesia pada masa sidang mendatang. “Menurut saya fraksi yang tidak terlibat juga akan mendukung,” terang Ali.
Dia pun berharap kedepan semakin banyak fraksi di DPR yang mendukung dibentuknya Pansus Garuda Indonesia. “Kami melihat permasalahan di Garuda bukan hanya manajemen tapi konspirasi jahat yang dijadikan bancakan kelompok-kelompok tertentu,” kata Ali.
Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem ini juga membeberkan polemik atau permasalahan yang ada di Garuda Indonesia tidak berdiri sendiri dan telah muncul sejak lama. Ali mencontohkan kasus korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Kemudian pernyataan Rolls Royce yang menyebutkan adanya upaya penyogokan, penyuapan, dan lain-lain.
Masalah lain, lanjut Ali, Garuda Indonesia memutus kontrak sewa 12 pesawat Bombardier CRJ 1000. Pemutusan kontrak lantaran biaya sewa dan perawatan yang terlalu mahal.
Lihat Juga :